Kamis, 19 Oktober 2017

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale

Saya, awalnya tak percaya bila di Banda Aceh, ada pabrik makanan yang sudah berumur cukup tua ini. sampai bang Hotli mengabarkan kalau ia ingin meliput kegiatan pembuatan pisang Sale tak jauh dari makam Syech Kuala. Rugi sekali rasanya bila momentum ini saya lewati begitu saja. Jadilah saya ikut bersamanya.


Jarum jam masih menunjukkan pukul sembilan pagi. Tangan bang Ishak, bang Martunis dan kak Leha, sudah terampil memisahkan pisang Wak dari tandannya. Cukup cekatan. Dua pria muda ini, sudah melakukannya selama hampir setahun belakangan ini. Sedangkan kak Lela, sesekali menggebuk pisang yang sudah matang dengan rolling kue.

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale
Bang Martunis, Bang Ishak, dan seorang warga sekitar tengah mengupas pisang
Satu persatu pisang Wak (musa acuminata) yang sudah matang pindah ke dalam ember hitam ukuran sedang. Saban kali wadah hitam bulat itu penuh, bang Ishak dengan cekatan mengangkutnya ke ruang pemanggangan.

“ini harus di sale (diasapi) sampai dua hari dua malam. Sampai benar-benar matang. Apinya juga harus diatur agak kecil. Jangan terlalu panas. Biar rasanya enak dan warnanya bagus, tidak terlalu hitam” ujar bang Ishak sembari membolak-balikkan pisang yang sudah diasapinya sejak kemarin siang.

Sesekali, Ia memeriksa api pembakaran. Sesekali, ia hanya berdiri dan memandangi satu persatu tungku pisang. Asap dari tungku mengisi hampir seluruh ruangan di pagi itu. Memandanginya, membuat saya terjebak dalam nostalgia rumah nenek kala menjelang Idul Fitri.

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale

Pisang Sale, pada dasarnya adalah penganan khas Aceh pesisir timur. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan kota Banda Aceh hari ini, beberapa penganan khas Aceh mulai merambah pasar-pasar di kota Banda Aceh. Tak terkecuali Pisang Sale Red Golden. Pemiliknya, berasal dari kabupaten Pidie Jaya. Lalu, tatkala permintaan semakin besar dari kota Banda Aceh, ia pun memutuskan untuk memulai usahannya di kota paling utara Indonesia ini.

Penganan khas Aceh ini, memang sudah menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Aceh. Biasanya, peminat paling ramai adalah turis yang berasal dari negeri jiran, malaysia. Rasanya yang manis dan legit, membuat siapapun yang menikmatinya tak ingin berhenti di satu bungkus saja.

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale
menuangkan pisang ke tungku pemanggangan 
Jauh sebelum Aceh mulai menjadi salah satu destinasi wisata, Pisang Sale, memang sudah menjadi penganan wajib disajikan bila hari raya idul fitri tiba. Pisang yang diolah dengan cara tradisional dan tidak menggunakan pengawet ini, menurut penuturan beberapa orang dipercaya telah ada sejak era kerajaan Samudra Pasai.

Saya berdiri, mematung. Menikmati aroma pisang yang mulai matang. Satu persatu dikutip, lalu mulai dibungkus dengan ukuran rata-rata 200 gram perbungkusnya.
“kalau pisangnya tidak habis, kami akan mengolahnya menjadi pisang sale goreng” ujar kak lela, yang sedari awal ketibaan saya sibuk memukul-mukul pisang sale sampai pipih dengan menggunakan rolling kue.

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale

“Nanti dia di jemur lagi sampai benar-benar kering. Baru setelah itu dia akan digoreng dan siap kembali ke pasar”. Ungkap kak Lela sambil terus menerus menggebuk pisang Sale sisa dari pasar. Wajar produk pisang ini tak tahan lama lalu sering berlebih. Bukan karena tak laku, akan tetapi karena pengelohannya yang tidak menggunakan bahan pengawet. Sehingga hal tersebut membuatnya tak terlalu tahan lama.

Pabrik yang berada di kawasan Alue Naga, Banda Aceh ini, sudah berdiri lebih dari enam tahun. Dengan total sekitar enam orang pekerja yang sebagian besar adalah perempuan. Dalam seharinya, mereka memproduksi sampai 50 kg Pisang Sale. Pasar yang disasar masih seputaran Banda Aceh.
Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale
eh, ada penampakan hihi
Namun, saya harus mengakui, jika kids zaman now mungkin tak terlalu kenal dengan penganan yang satu ini. Beberapa penganan luaran Aceh mulai merambahi pasar-pasar yang berada di kota yang luasnya hanya 62 km persegi. Sebut saja, bika Ambon, bolu Napoleon dan lain sebagainya.

Walaupun tampilannya tidak menarik, dibalik itu semua, Pisang Wak memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh. Apalagi bila ia sudah diasapi. Salah satunya adalah dapat mengurangi sakit Maag. Bukan, bukan karena pisang itu mengenyangkan. Akan tetapi senyawa organik dalam pisang merangsang aktivitas sel-sel di lapisan perut untuk membangun pelindung terhadap asam. Pisang juga mengandung inhibitor protease, yang menghilangkan bakteri berbahaya yang dikaitkan dengan perkembangan radang perut. (sumber wikipedia)

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale
pisang Wak (musa acuminata)
Dan masih begitu banyak manfaat lainnya dari pisang tersebut. Tapi, zaman sudah canggih. Tak semuanya akan peduli akan hal tersebut. Terpaan kerasnya persaingan usaha, invasi produk-produk dari luar Aceh. Membuatnya harus bertahan dan terus bertahan. Saya, terkadang merasa miris dan bangga sekaligus. Miris karena Banda Aceh hari ini, sudah begitu banyak makanan “impor” yang perlahan mulai menggerus makanan-makanan nostlagia saya kala masih kanak-kanak. Bangga, karena melihat pisang Sale ini masih mampu bertahan.

Entah berapa lama, saya pun tak berani mengira-ngira. Satu hal yang pasti, saya senang bisa melihat langsung proses pembuatan penganan legendaris Aceh ini. Jadi, bila kamu ke Aceh suatu hari ini, jangan sampai lupa merasakan nikmatnya pisang Sale. Sampai ketemu di Aceh ya sobat...


Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale
Bang Ishak tengah mengecek pisang Sale yang hendak di angkat.

Jajanan Khas Aceh, Pisang Sale
Siap dijual
  1. Nah banyakin postingan kulinernya mas, soalnya saya suka mantengin foto makanan
    Model pisang salenya gemuk2 gitu ya mas beda ma tempatku yg diiris tipis2 bgt trus dibalut tepung
    Pisangnya mirip pisang batu yg biasa dipake buat onderdil bumbu rujak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkkk ampun mbak.. saya pun nggak kuat kalau terus2an makan makan.. hahaha

      Hapus
  2. Pisang sale salah satu panganan favorit ku. Tapi kok yang ini bentuknya agak berbeda, gak diiris tipis seperti yang biasa kumakan ya? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama aja sih Mbak Dee.. di kita juga ada yang gituan. tapi ini lebih aduhai haha

      Hapus
  3. Duh, ngencees deh liatnya. Pisang sale memang maknyus. Baru tahu prosesnya ternyata diasap dan panggang yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, Yudi malah tadi kirainnya di kukus hahaha

      Hapus
  4. Kalo masalah pisang Sale ini, jangan tanya berapa bnyak peminatnya. Saya mungkin orang yag berda pada urutan 100 besar penyuka pisang sale.
    Oh iya, foto makan pisang salenya belom ada bang..
    Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha nggak ada bawa dana untuk beli, dan nggak enak rasanya makan gratis :))

      Hapus
  5. Di Jawa juga banyak oleh2 pisang sale. Setelah baca ini, jadi mikir. Ternyata kebanyakan memang daerah2 di pantura. Dalam kaitannya dengan Samudra Pasai, mungkin pisang sale menyebar seiring hubungan dagang dalam pelayaran samudra. Tapi aku belum tahu, apakah pisang sale ini dibawa dari Aceh ke Jawa, atau dari Jawa ke Aceh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan-jangan ini malah memang penganan sumatra?

      Hapus
  6. Pisang sale memang maknyus. Baru tahu prosesnya ternyata diasap dan panggang yaa..

    BalasHapus
  7. Di Bandung juga ada. Pisang Sale namanya. Tapi bedanya si pisang diiris tipis. Ada juga yang dipilin-pilin agar bentuknya agak berkenyal. Tentang masaknya gimana saya gak tau. Di Aceh ini saya baru tau ada penganan yg sama. Diasap & panggang pula masaknya. Wah menarik sekali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Aceh, yang diiris tipis lalu di goreng juga disebut pisang sale goreng kak Ulu

      Hapus
  8. lah knp gw gk di ajak kawanin nih ke pabrik pisang sale, itung2 jd bodygurd ente. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha ini mendadak.. dan langsung main kabur aja haha

      Hapus
  9. Bang. Pisang Sale itu asli Aceh ya? Waktu saya ke daerah pulau jawa kok ada pisang sale juga ya?


    Ini pengasapannya yg menggunakan kayu bakar ya bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. naaah itu jadi pertanyaan besarnya hari ini. pas aku posting ini, banyak temen2 di jawa nanyain hal yang sama

      Hapus
  10. baru tahu di Aceh ada jajanan pisang sale tahunya dari Bandung saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, aku juga kaget pas searching di google kalau ternyata pisang ini buanyak banget di luar aceh :D

      Hapus
  11. Bang yud, saya kira selama ini pisang sale itu makanan khas dari tanah sunda. Soalnya kalau ke bandung selalu belinya pisang sale, ada yg bentuknya pipih digoreng, ada juga yang bentuknya masih menyerupai bentuk pisang asli tapi kecil dan menciut (mungkin karena kadar air dalam pisang sudah habis). Nyesal kenapa waktu ke Aceh gak beli ini, and this is one of my fav food lohh!! makasih juga bang Yud sekarang tau kalau pisang sale itu khas Aceh ternyata hehehe...

    Bermainlah bang ke Dongengtravel - Romantisme Dieng Culture Festival

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha? kenapa nggak bilang pas ke aceh waktu itu :D

      btw, makin rame yang komen kayak kamu dit, saya makin bingung, ini sebenarnya makanan asli mana ya

      Hapus
  12. Kalo aku suka sale pisang yang diiris tipis terus digoreng pake tepung, bang. Bulan lalu pas suami ke Lhoukseumawe belikan aku pisang sale goreng tepung itu. Uniknya pisangnya kecil kayak pisang mas. Baru liat sekali model kayak gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, pisang Wak itu kan kecil2.. dan memang favorite saya juga yang pake tepung lalu di goreng.. laziiiis

      Hapus

Start typing and press Enter to search