Wednesday, May 8, 2019

Wajah Baru Bur Telege, Takengon-Aceh Tengah


 

Saya masih ingat, hari itu. Hari menjelang magrib. Matahari mulai turun ke peraduan. Angin yang bertiup dari lembah bukit yang memayungi Danau Lut Tawar mulai turun. Dingin. Jaket mulai saya tarik rapat. Namun rasa gerah dan keringat tetap mengucur.

Saya, Om Ndut, Salman, Bang Ucok, dan beberapa teman lainnya berjalan kaki. Menaiki puncak bukit. Untuk melihat kota Takengon kala hari menjelang senja. Jalanan menuju bukit, terjal tak menentu. Jalan setapak terlihat meninggalkan sisa perjuangan. Ada yang sudah tercor semen. Namun semak belukar telah lama mengambil alih!

“Alamak! Anjing! Bang Ucoooook! Tolongin!” dasar Anjing!

Semakin saya ketakutan, anjing liar itu semakin menyalak. Tak tahu diri! Seolah saya mengganggu prosesi kawin jantan dan betina itu. Tepat di puncak bukit. Semua teman tim, tertawa. Sesekali tersekat, karena nafas yang tipis dan udara yang dingin. Serta kaki yang lelah.
Kini, tangga ini disebut, tangga seribu
Begitulah Bur Telege, tahun 2017 lalu. Kala pertama kali saya menginjakkan kaki di sana. Dalam hati, ini tempat memang keren. Tapi tak ada perawatan sama sekali. Sama seperti hanya naik ke puncak bukit, lalu memandang kota tua. Sesekali, sampah plastik di mana-mana. Tak terlihat siapapun senja itu. Matahari turun sempurna. Semua hanya mengeluh dalam hati. Kasian, tempat ini terlalu indah dibiarkan begitu saja.

Ini cerita Takengon tahun 2017
Kota kopi ini, butuh peremajaan. Butuh taman tempat melepaskan penat. Sudahlah danau yang indah dan tak ada atraksi wisata. Janganlah bukit ini tergeletak begitu saja. Yang ujung-ujungnya menjadi tempat mesum. Dan akhirnya, dia akan bernasib sama dengan tempat wisata lainnya di Aceh, tutup!

Kini,

Cerita mulai berubah. Bur Telege tak lagi terlihat seperti tempat anjing liar kawin. Pun, semak belukar yang dijadikan kamar bulan madu mereka sudah tak ada lagi. Jalanan yang menanjak dulu, kini diperbaiki. Dibuat lebih mudah dijangkau. Beberapa wahana bermain (yang mainstream) tersedia.  Mulai dari photobooth sampai flying fox. Fasilitasnya sendiri cukup memadai. Tempat parkir yang luas. Taman bunga yang membuat kita semakin santai sembari menyeruput kopi Arabika Gayo. Sampai kamar mandi juga tersedia.

Bur Telege hari ini!

Penginapan? Tenang, kemarin ketika saya datang, ada beberapa bangunan yang terbuat dari rangka baja tengah dibangun. Nantinya, akan bisa menginap di sini sembari malam menikmati gemerlap lampu kota Takengon. Dan, ditemani nyanyian merdu angin malam yang turun dari lembah!

Tak pernah menyangka, jika tempat yang dulunya tak berbentuk ini, berubah total. Pun, dikelola oleh masyarakat setempat. Tentu dengan dibantu oleh sektor pemerintah kabupaten Aceh Tengah sendiri. Memang, harus diakui, masih ada yang kurang di sana sini. Namun, bukankah mengapresiasi akan usaha baik masyarakat kampung Hakim Bale Bujang. Yups, ini murni inisiasi pemuda desa tersebut.
beginilah jalan yang telah direhab dan disusun ulang

Bukit Telaga, begitulah arti kata Bur Telege. Bukit ini juga, saya mendapati sebuah tugu peringatan. Orang-orang menyebutnya, Tugu 45 Bur Gayo. Jangan tanya tahun berapa dibangun. Tulisan yang ada di pusara tugu tersebut sudah memudar. Beberapa orang lainnya, menyebut ini Tugu Ali Hasyimi. Beliau adalah Gubernur provinsi Aceh tahun 1957–1964.

Ah, intinya, saya menaruh rasa bangga dan salute yang mendalam terhadap pemuda kampung ini. tempat yang dua tahun lalu saya datangi terlihat tak berbentuk, kini menjadi lebih baik. Paling tidak, saya dapat katakan kepada teman-teman blogger yang dulu ikut dalam rombongan Pesona Takengon, jika kini, Takengon telah lebih Baik!


Berikut ini, ada beberapa foto Wajah Baru Bur Telege, Takengon


Tugu Ali Hasyimy

bayangkan, malam seperti apa di atas sini?

dara ini, dari banda Aceh katanya






34 comments:

  1. Jika tempat sudah dipugar dengan bagus. Tinggal bagaimana pemuda-pemda di sana mempromosikan sekaligus menjaga agar sampah tetap terbuang dengan baik. Biasanya destinasi seperti ini erat dengan perekonomian warga. Mereka bisa berjualan di sekitar tempat tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang, alhamdulillah kemarin itu, mereka mengundang saya untuk sharing2 gimana caranya promosiin tempat wisatanya.

      Delete
  2. ya Tuhan, indah banget ini Takengon, Bang Yud.
    speechless saya, gimana kalo bisa liat langsung coba :(
    malah harga tiket ke sana udah mahal. aduh..
    semoga bisa disegerakan berkunjung ke Aceh lagi, saya mau pergi ke sana. amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saatnya menggunakan paspor LI via KL tentunya hahaha

      Delete
  3. ini kreasi pemuda setempat Yud?
    kalau wow, keren banget. memang seharusnya begitu sih. pemerintah mendorong warga lokal untuk mengembangkan potensi wisatanya sendiri, bukan berdasarkan apa yang datang dari atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Daeng, ini semuanya kreasi pemuda setempat dibantu pemerintah daerah. jadi pemuda yang punya ide dan bikin atraksi, sebagian dana katanya bantuan dari pemerintah daerah.

      Delete
  4. Pemandangannya paten banget mas bro.
    Keknya butuh perjuangan yang panjang buat mendaki tempat ini
    haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu sih, lumayan bikin gempor, sekarang udah bisa naik motor atau mobil hihihi

      Delete
  5. Aceh!!! Takengon!!!
    Oh My, ini tempat yang selalu dalam list aku. Coba harga tiket bersahabat. Pengen banget ke Takengon, apalagi disana terkenal sama kopinya kan :(

    ya Allah, cantik banget sih. jadi pengen cepet-cepet kesana

    ReplyDelete
  6. Wah sekarang udah makin bagus yaa bang. Banyak spot foto nan instagramable juga disini. Semoga semakin meremaja yaah bang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amien.. semoga mereka ngejagainnya juga makin baik

      Delete
  7. viewnyaaaa.. wowww bangettt. ini dari atas bukit ya bur telege itu. Kalau ke danaunya dibawah, gmana rasanya, bisa berenang2 mungkin ya. ada tulisan lagi tentunya ya tentang itu khusus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengen banget main2 ke sana lagi. biar bisa update terus perkembangan daerah tengah yang kaya akan rasa kopinya :)

      Delete
  8. Wah makin tertata rapi ya
    Semoga benar-benar terawat ya. Potensi wisata yang indah
    Viewnya cantik sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amien.. iya kak, kota ini punya banyak potensi wisata yang mumpuni, tinggal dikembangkan dan dijaga

      Delete
  9. Bur Telege ini menjadi indah sekali setelah direnovasi. Kalau begini sih pasti banyak wisatawan berminat mengunjunginya. Bisa buat honey moon, foto2 bareng keluarga juga. Usaha para pemuda di kampung tersebut harus diapresiasi ya, keren!Nanti sedikit demi sedikit fasilitas lainnya akan ditambah dan jadi lebih lengkap sebagai salah satu destinasi wisata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bentar lagi akan ada penginapan yang menghadap langsung ke arah Danau kak.. duuuuh dingin2 pemandangan syahdu.. duuuh

      Delete
  10. Sepintas saya melihat wisata ini identik dengan Kalibiru jika tidak membaca judulnya. Semoga dengan dimudahkan fasilitas, kawasan ini ramai dikunjung pelancong

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengakuan para pemuda ini, mereka memang mencontek semua yang ada di internet Bang. tapi ya kita doakan saja semoga kelak, mereka punya ide lebih kreatif dan lebih baik lagi

      Delete
  11. Aku jadi ingat kunjunganku beberapa tahun silam ke Takengon. Dulu belum dipercantik begini. Tapi biarpun polos, tetep memesona.
    Yg paling aku inget ya berenang di Takengon, seger banget. Sekarang masih boleh nggak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleeeeh.. tapi aku nggak kuat sama dinginnya kak hahaha

      Delete
  12. Alhamdulilah ya.. dalam waktu 1-2 tahun lokasinya berubah jadi keren banget.. termasuk cepat tuh...

    ReplyDelete
  13. Wah, bagus banget bang spot foto yang di atas pohon dengan pemandangan danau di belakangnya.

    Btw, Takengon ini jauh ya bang dari Banda Aceh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan, naik minibus 7 jam perjalanan. mendingan kamu dari medan naik sleeper bus ke takengon. cuma 8 jam kok

      Delete
  14. Melihat tangga seribu di foto pertama, saya sempat berpikir kalau itu tangga lama-lama bakal hilang karena ketutupan semak belukar. Untung aja dilakukan peremajaan, ya. Tempatnya jadi semakin cantik. Sekarang tinggal bagaimana merawatnya supaya tetap cantik, deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, terkadang masyarakat setempat melakukan gotong royong untuk membersihkan tempat tersebut

      Delete
  15. kenapa ya kalau ngomongin Takengon yg kubayangkan adalah romantisme
    mungkin karena seni budayanya, sulaman cantik dan dinginnya pegunungan?
    sedikit dirapikan saja Bur Telege sudah makin cantik

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama kak.. apalagi bisa ngopi di sore hari yang sejuk2 gitu hahaha

      Delete
  16. Semoga wajah baru Takengon ini bisa terjaga ya kak.

    ReplyDelete
  17. Kalau Butet ke Aceh, bawain Butet ke sini ya bg Yudi. Tapi bentar dulu, Kok Danau Takengon ini mirip banget ama Danau Toba ya dilihat dari puncak. Semoga dengan pengelolaan swadaya setempat, mampu mengangkat Takengon menjadi destinasi wisata.

    ReplyDelete

Hai... Terima Kasih sudah membaca blog ini. Yuks ikut berkontribusi dengan meninggalkan komentar di sini 😉

082160247799

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search