Pantai Kepala Lepas, Sore itu!

wisata halal Aceh

Penat menumpuk seperti tak tahu diri. Dua minggu tertumpuk berhasil menepuk pundakku yang kini miring sebelah. Terlalu berat beban sepertinya. Cuaca yang berubah sesuka hati, kayaknya kini menjadi teman setia bagi kota kecil di ujung Sumatra ini. Sesekali basah mempesona, sesekali panas menyentuh hati. Tak jarang harus mandi basah di tengah siang bolong. Begitulah, cuaca syahdu ini telah menjadi aneh semenjak tsunami meratakan begitu banyak hutan bakau di pesisir pantai Aceh.
Sore itu, ku ayunkan kepalaku ke arah paling barat Sumatra. Tepatnya di Desa “Kepala Lepas” (Ulee Lheue). Disana, kini begitu ramai kala sore menjelma lembut. Bila malam, puluhan kenderaan mewah berjejer di pinggir jalan. Ada yang terparkir rapi, dan mungkin, sesekali terparkir bergoyang dumang. Sang pemilik dari mobil-mobil itu, ada yang sedang merapal mantra muslihat pada batu giok, ada yang sedang menunggu boat nelayan pulang membawa ikan dan ganja, ada pula yang sekedar duduk lalu menyeruputi kopi Aceh.

Dalam perjalanan, beberapa bangunan tua dan sisa tsunami masih mengajakku untuk bernostalgia tentang masa itu. Ada bekas warung kelontong, ada bekas warung obat, ada bekas warung kopi, ada bekas rumah jenderal, ada bekas rumah si peminta-minta. Aspal mulus semulus paha yang hitam tak berbulu kini terhampar lurus. Beberapa motor besar menguji kebolehannya. Ada yang sengaja mencium aspalnya, ada yang malu-malu ingin merasakan kecupan mesra si aspal mulus.

Matahari sore yang bulat, kini sedikit sompel. Tertutup rimbun awan yang mulai membentuk colunimbus yang gagah. Berdiri tegak laksana gunung tanpa tanah. Semburat biru dan bau air asin menyatu dalam hembusan angin yang mulai marah. Semarah aku pada penat yang membuat pundakku miring.

wisata halal Aceh

Beberapa perawan dan bujang berasyik-masyuk dalam dekapan hangat mereka di atas roda dua. Sesekali, si supir mencoba peruntungan dengan rem mendadak. Ah, kena! Dari balik kaca mobil butut milik ayahku, aku memperhatikan tingkah polah anak muda masa kini. Ternyata, sama saja denganku dulu. Masa ketika rasa ketampananku masih utuh sempurna. Sebelum, semuanya di rengut tanpa pernah kembali lagi.

Liburan sudah mau habis, aku baru sore itu keluar rumah. Duduk di tepian pantai yang sudah hancur dan melebur dengan daratan. Tak ada lagi lapangan bola yang luas. Tidak ada lagi Gedung bea cukai itu. Tak tampak lagi gudang pertamina tempat mabuk kawan-kawanku dulu. Rumah-rumah para penyamun pun kini telah menjadi lautan. Ya,  lautan yang sore itu, begitu ramai. Ramai karena tangis bayi, tawa janda tua, teriakan nakal gadis remaja, dan hembusan nafas sombong pemuda kampong.

Bebek-bebek besi berkeliaran diatas kolam tak sengaja jadi kolam. Sebenarnya, ini adalah rembesan air laut dari sela-sela batu gajah yang tersusun rapi memanjang ke arah pelabuhan. Menahan ombak agar jangan terlalu garang. Tapi, genangan air yang masuk begitu banyak. Sehingga cukup dalam dan bisa di ceburi sesuka hati.

Langit, sedikit tersenyum. Sepertinya dia malas bersedekah sore itu. Beberapa warna di ujung timur, membentuk pelangi. Sedangkan warna langit di ujung barat mulai memerah. Walaupun terkesan jengah. Karena rimbun awan mulai menguasai langit jingga yang tak lama akan menjelma senja.

Burung camar tak ada sore itu, pemancing juga sial. Tak ada ikan yang di bawa pulangnya. Mungkin, sesajennya kurang. Beberapa ada yang menggerutu. Beberapa ada yang masih bertahan. Kenapa tidak pulang saja?

Aku ingin menikmati semua ini sendirian. Menghilangkan penatku dalam deburan ombak yang membatu. Dalam dentuman air yang menonjok batu gajah tanpa perlawanan. Aku ingin menikmati kebiruan gunung jaboi, sabang di seberang samudra sana. Aku ingin, menikmati pantai Kepala Lepas ini, dengan semua memori kecilku. Aku rindu.


wisata halal Aceh


wisata halal Aceh

wisata halal Aceh

Banda Aceh, 6/5/15
YR







Yudi Randa

Saya, menyukai dunia travelling, Mencintai membaca, Mencintai duduk bersama keluarga sembari menikmati secangkir kopi, menyenangi berbagi bersama. Bisa di Hubungi di yudi.randa@gmail.com

16 komentar:

  1. Bagian 'Ah, kena' itu lho. Ketahuan nih, bang yudi dulu ternyata pelaku juga. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu menandakan klo saya juga pernah muda kan? tapi saya belum tentu pelakunya loh hahaha

      Hapus
  2. Keren bg tulisannya,judulnya sangat menarik perhatian :D
    Paragraf 'ah, kena' itu juga buat saya kekeh wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. naaah ini pasti juga salah satu pelakunya?? hihihihi

      makasih ya bang rizqan.

      Hapus
  3. Semua fokusnya ke "Ah Kena", ketebak maksudnya, semoga tebakanku nggak salah hahaha
    Oh iya, Pantai Ulee Lheue ini memang seramai itu tiap hari atau foto diambil Yudi waktu weekend?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw ternyata pada suka yang gagal fokus ya bang? :D
      tiap sore memang rame segitu bang. letaknya kan dekat kota, jadi mudah di akses. terus foto yang yudi ambil itu memang puncaknya weekend, hari minggu ya seramai gila gitu

      Hapus
  4. Wihhb mantap kali kata-katanya .
    " pemuda kampong" wkwkwk .
    Salam sukses deh bg

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe maaf ya bang is, nggak tersinggung kan? :)

      Salam sukses juga untuk bang iskandar dengan blog download gamenya

      Hapus
  5. Balasan
    1. rame kak karena hari minggu.. duuh jangan jualan senjata dong kak :)

      Hapus
  6. Rame yaaaa ... jadi kangen woles2 di pingir pantai sambil minum es kelapa muda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Om, bukannya di gili dan bali bisa juga woles2 sambil menyerumput kepala .. eh Kelapa? :D

      Hapus
  7. Si Febri pernah tuh ngerem mendadak. Entah sengaja atau enggak, tetep aja aku getok helmnya. Hahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terus terus??? ngeremnya tetap berlanjut nggak?? Ah kena! :))

      Hapus
  8. Bereh that kata-kata neuh bang,, Pujangga betooll :D . Terhanyut kita yg baca. :D . seolah-olah kita juga ada dalam cerita. #NyanJelas !! Wet-wet bak blog lon sigoe2 beh ?? www.natawa.tk

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih terimaa kasih atas pujiannya..
      ok ke tkp

      Hapus