7 Tempat Wisata Unik Di Banda Aceh

7 Tempat Wisata Unik Di Banda Aceh
taman putroe phang banda aceh, foto by : Rinaldi Ad

Wisata Banda Aceh, bukan hanya tsunami track. Bukan hanya masjid raya Baiturrahman yang menjadi icon provinsi Aceh. Banda Aceh, walaupun kecil, ternyata masih bisa menyuguhkan hal-hal menarik lainnya.
Hal yang sederhana, misalnya, kehidupan pasar pagi di seputaran pasar Aceh. Pasar Aceh ini, konon katanya telah ada sejak jaman kesultanan Aceh dahulu. Kehidupannya, nyaris tak berubah. Walaupun rongrongan pertumbuhan pasar-pasar baru di Banda Aceh terus menghantui pasar Aceh, tapi dia tetap menjadi primadona.

Secara tak sengaja, saya akhirnya menyusun 7 destinasi tempat wisata yang tak biasa. Yang menurut saya, ini unik dan bisa membuat kita menikmati sesuatu darinya. Berikut ini adalah tujuan destinasi wisata unik di Banda Aceh :

  • Pagi Di Pelabuhan Ikan Lampulo


Bila pagi menjelang, dan kalian bingung hendak kemana di Banda Aceh, maka tak ada salahnya kalian mencoba bermain ke pelabuhan Ikan Lampulo. Pelabuhan pendaratan ikan samudra ini, baru saja diresmikan tahun lalu.

Menariknya, kegiatan bongkar muat ikan di pagi hari yang dilakukan oleh para nelayan dan agen ikan menimbulkan sebuah irama kehidupan yang unik. Ikan yang tertumpuk-tumpuk, berkeranjang-keranjang. Tersusun rapi berjejer di pinggir bibir dermaga.

Potret kehidupan seperti ini begitu sayang dilewatkan begitu saja. Apalagi, bila kamu punya sedikit uang dan ingin nanti malam makan ikan bakar, kenapa tidak beli saja? Seplastik ikan hanya 10.000 rupiah saja.

  • Sensasi Kuburan Tua Segala Lini
7 Tempat Wisata Unik Di Banda Aceh

Mungkin,bila saya katakan kalau Banda Aceh mempunyai sebuah kerajaan besar dulunya, tak seorangpun akan percaya. Mengapa? Karena di Aceh, anda tidak akan menemui bekas reruntuhan istana ataupun kerajaan.  Bangunan jaman kerajaan Aceh dahulu hanya tersisa satu-satu. Semisal gunongan, dan taman putroe phang. Selebihnya?

Nah, beruntungnya, sebagai pusat kerajaan Aceh Darussalam, Banda Aceh menyimpan begitu banyak “misteri”.  Salah satunya adalah banyaknya makam-makam kuno yang terserak hampir di seluruh sudut kota. Mulai dari dekat terminal bus, sampai mendekati Bandara. Mulai dari pinggir sungai sampai ke tengah pemukiman penduduk.

Apa yang menarik dari nisan-nisan tersebut? Nisan Aceh, adalah salah satu nisan ynag mempunyai aksara dan cerita disetiap nisannya. Setiap nisan juga berbeda tahun dan Negara asal sang batu. Hmm.. penasaran?
  • Ngopi Di Kubra
kedai kopi beurawe foto by : google

Coba Tanya sama orang Banda Aceh, kalau sehabis shubuh mereka minum kopi di mana? Sebagian besar akan menjawab Kubra! Kubra, adalah singkatan dari kupi Beurawe. Seperti kopi solong, nama Kubra juga tak kalah tenar.  Menariknya, kubra buka selepas shubuh dan tutup menjelang magrib. Berbeda dengan kopi solong yang buka pada pagi hari dan baru tutup pada malam hari.

Mau lihat bagaimana masyarakat kota Banda Aceh ramah tamah selepas shubuh dan membicarakan segala hal? Silahkan mampir di kubra selepas shalat shubuh.

  • Jalan-jalan ke Taman Walikota Nusantara

Pengen ngadem di Banda Aceh yang terkenal panas? Mungkin Taman Kota BNI Banda Aceh solusinya. Saya lebih suka menyebutnya taman walikota nusantara. Taman ini terletak tak jauh dari universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Tepatnya di desa tibang.

Kenapa saya menyebut taman walikota nusantara? Karena ketika kamu bermain didalamnya, kamu akan menemukan Sebuah taman yang berisi pohon-pohon khas dari seluruh nusantara. Mulai dari walikota  kota Sabang, sampai walikota kota Jayapura, Papua. Total secara keseluruhan 99 Walikota dari kota di Indonesia menanam bibit pohon khas kotanya masing-masing. 

Cukup variatif dan cukup bermanfaat bagi generasi muda, yang ingin mengetahui pohon-pohon asli Indonesia. Bahkan, kabarnya, Walikota dari salah satu kota di Belanda, juga ikut menanam bibit pohon di taman Walikota Nusantara ini

  • Main Ke Kelenteng

Banda Aceh bukannya semua muslim ya? Kok bisa ada kelenteng? Percaya tidak percaya, di Banda Aceh juga ada “pecinan” yang bernama peunayong. Pemukiman ini sebenarnya juga termasuk salah satu pemukiman kuno di Banda Aceh. Etnis thionghua telah hidup di Banda Aceh selama lebih ribuan tahun.

Ada terdapat 4 vihara di Banda Aceh di seputaran Peunayong: Vihara Sakyamuni, Vihara Dewi Samudera, Vihara Maitri dan Vihara Dharma Bhakti. Keempat vihara tersebut memiliki aliran yang berbeda-beda tetapi tetap berada di bawah naungan Budhayana. Dan, kamu boleh memilih sesuka hatimu untuk mencoba berwisata religi versi lain dari Banda Aceh.

  • Keliling Pasar Sayur Peunayong

Nah, ini dia salah satu pasar tradisional yang sudah berumur ratusan tahun. Pasar yang telah ada sejak jaman kerajaan kesultanan Aceh berdiri ini, masih menempati posisi awalnya. Pun, sebagian besar penghuninya masih sama. Etnis thionghua.

Pasar yang tak pernah mati ini, terlebih lagi semenjak konflik mereda, pasar ini memang terlihat tak ada matinya. 24 jam nonstop. Mau cari jengkol? Ada. Mau cari rambutan? Ada. Mau cari penganan masa kecil? Ada. Bahkan saya dengan senang hati melepas kedua bocah saya di dalam pasar. Aman? Aman dong.. ini Banda Aceh kawan.
  • Shalat Di Masjid Tua Ulee Kareng
7 Tempat Wisata Unik Di Banda Aceh
foto by google
Jujur,bila melihat padatnya pemukiman ulee kareng, sebuah kecamatan yang merupakan asal muasal kopi ulee kareng ini, kita tidak akan percaya. Di pemukiman yang padat ini, ada sebuah masjid yang sangat bersejarah bagi kota Banda Aceh. Orang-orang menyebutnya sebagai masjid Tua Ulee Kareng.

Mesjid ini didirikan oleh Sayyid Al Mahalli, seorang ulama dari Arab. Beliau datang bersama anaknya dan Tgk Di Anjong untuk mensyiarkan ajaran Islam. Menariknya, kalian tidak harus pergi ke Indrapuri untuk melihat masjid yang masih dipertahankan bentuknya dari jaman kerajaan Aceh dulu. Cukup melipir sehabis minum kopi di simpang tujuh Banda Aceh, eh udah ketemu.

Shalat, dan duduknya sejenak. Nikmati setiap sisi unik dari masjid tua ini. Ukirannya, tonggak kayu, ornamennya. Dan setiap sudut ruangannya.

&&&

Lalu, apa masih berani bilang kalau ke Banda Aceh hanya ingin ke museum tsunami dan kapal apung saja? Rugi tahu!


Mau enak? Jangan ke Aceh!

wisata halal aceh

Males ah ke Aceh, nggak ada bioskop. Nggak bisa bebas pake baju apa aja. Peraturan daerahnya saklek. Suka mati lampu, susah nyari angkutan umum.
Jaringan selular tidak semuanya nyala, tidak ada bioskop. Mall masih se-alakadarnya. Tidak ada dunia “malam”. Apa-apa syariat, apa-apa tidak bebas.

Meulingge, Pesona Desa Di Ujung Barat Indonesia

wisata Aceh, desa meulingge pulau breuh, Aceh Besar
Bangunan berwarna merah berselang putih membubung tinggi tepat dihadapan. Tingginya 85 meter terhitung dari titik didirikan. Warna cat merah dan putih terang membuatnya terlihat begitu menyilaukan. Bak bendera Negara Indonesia berkibar diantara hijaunya hutan dan birunya samudra.

Saya tak henti berdecak kagum. Berdiri dihadapan sebuah karya yang begitu luar biasa ini, membuat saya tampak begitu kecil. Menara ini begitu tinggi menjulang. Semakin ke atas, semakin kecil. Di ujung atas terlihat ruangan berkaca lengkap dengan lampu bulat yang bisa berputar. Angin laut yang terus menerus menerpa wajah bersamaan dengan panasnya mentari siang menjadi sebuah simfoni tersendiri di hati.

Ramadan Di Aceh, Saatnya mengejar Kuliner Khas Perang Aceh

Ramadan Di Aceh, Saatnya mengejar Kuliner Khas Perang Aceh
bahan-bahan untuk membuat kuah Keumamah Aceh (foto by rubama nusa)

Ramadan telah berada di penghujung. Keriuhan selama Ramadan yang menghiasi kota Banda Aceh akan segera berakhir. Lantunan bocah yang mengaji di muhasalla dari tengah malam sampai menjelang sahur bisa dipastikan selalu mengaung-ngaung rata sudut kota.

Saban malam, terlihat lebih hidup dari pada malam-malam biasanya. Mulai dari banyaknya kuliner yang buka sampai larut malam, sampai warung kopi yang kembali hidup setelah terawih berakhir dengan shalat witir.

Yah Ziyad, beli sambai peugaga Yuks?” Pinta istri saya di suatu sore. Tahun ini, adalah tahun pertama kalinya saya berkenalan dengan sebuah “makanan” khas Aceh yang satu ini. Menurut penuturan almarhum nenek. Sambai peugaga ini adalah salah satu makanan khas perang Aceh di masa lalu.

Dari Desa Lubok Sampai ke Desa Atong Aceh Besar, Menanti Petani Tersenyum

wisata halal aceh

Subuh masih, adzan dalam remang fajar masih bersahut-sahutan. Mata dan kepala saya masih berat untuk diajak berteman. Semalaman, harus bergadang. Bukan, karena malam tahun baru. Tapi lebih karena keadaan yang mengharuskan.

“Bang, pagi ini kita ke desa wisata lubok yoks?” sebuah sms masuk. Terbaca dari seorang sahabat yang mengisiasi terbentuknya blog safariku.com. Subuh, tidur kurang, masih tahun baru, dan sebuah teknologi awal 2000an. Ini kawan maunya apa ya? Di kala orang lain sudah memakai aplikasi canggih, dia masih tetap gayanya yang tak jelas. Tapi, ide yang dilontarkan olehnya, menarik.

Tsunami Aceh Karena Dosa Orang Aceh? Bisa Jadi!

Museum tsunami banda Aceh
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan [tidak pula] pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab [Lauh Mahfuzh] sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah "
Tsunami, begitu banyak luka. Begitu banyak pilu, begitu melegenda! Dan tsunami, menjadi sebuah alibi untuk mentenarkan sebuah provinsi yang berkecamuk dengan konflik bertahun-tahun. bila saya menceritakan kepiluan tsunami, bisa beratus lembar halaman pun belum tentu selesai.
Sampai akhirnya, setelah hampir 12 tahun, seorang Ustad yang bergelar Doktor mengatakan kalau Aceh Berhak kena Tsunami karena Dosanya! Tiba-tiba pilu yang belum hilang itu kembali di angkat sempurna dengan pernyataan semberono oleh DR Khalid Basalamah yang juga berasal dari tanah mayoritas Islam

15 Hotel Murah di Banda Aceh; Cocok Untuk Backpacker

15 Hotel Murah di Banda Aceh; Cocok Untuk Backpacker
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh (www.arieyamani.blogspot.com) 

Mencari hotel/hostel/penginapan murah di kota terujung pulau Sumatra menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi siapapun yang baru pertama kalinya menjejakkan kakinya ke Banda Aceh. Beruntungnya, semenjak berakhirnya masa rehap-rekon Tsunami 2004 lalu, jumlah wisatawan semakin meningkat. Kota Banda Aceh pun berbenah. Mulai dari memacu pertumbuhan hotel berbintang, sampai menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

Lantas, bagaimana bila ada yang ingin backpackeran ke Banda Aceh atau sekitarnya? Di mana kalian bisa mencari kamar yang murah meriah dan tentunya dengan fasilitas yang layak. Memang, di Aceh belum ada capsul hostel seperti di jepang ataupun di Jakarta. Akan tetapi, ternyata, cukup banyak penginapan murah yang tersebar di sekeliling kota. Mulai dari pinggir kota sampai di pusat bisnis kota Banda Aceh.

Berikut adalah 15 Hotel Murah di Banda Aceh yang cocok untuk backpacker;

  • Hotel Raya Taman Sari Jalan T. Ujong Rimba No.30 Banda Aceh
Telp. (0651) 21427
Tipe kamar standard (Rp 60.000)
Tipe kamar ekonomi (Rp 70.000)
Tipe kamar deluxe (Rp 185.000)
Kapasitas 18 kamar

  • Hotel Aceh Barat Jalan Khairil Anwar No. 16 Peunayong, Banda Aceh
Telp. (0651) 23250
Tipe kamar VIP (Rp 225.000)
Tipe kamar standar (Rp 115.000)
Tipe kamar ekonomi (Rp 65.000 – Rp 75.000)
Kapasitas 27 kamar

15 Hotel Murah di Banda Aceh; Cocok Untuk Backpacker

Losmen Palembang Banda Aceh ( foto by verryandrefabiani.wordpress(com) ) 


  • Losmen Palembang Jalan Khairil Anwar No 57-59 Gp. Peunayong, Banda Aceh
Telp. (0651) 22044
Tipe kamar kelas A (Rp 200.000)
Tipe kamar kelas B (Rp. 160.000)
Tipe kamar kelas C (Rp. 120.000)
Tipe kamar kelas D (Rp 100.000)
Tipe kamar kelas E (Rp 70.000)
Kapasitas 29 kamar

  • Wisma Bintara Pineueng Jalan Bintara Pineueng No. 19, Banda Aceh
Telp. (0651) 7412229
Tipe kamar tipe A Rp 200.000
Tipe kamar tipe B Rp 160.000
Tipe kamar tipe C Rp 120.000
Tipe kamar tipe D Rp 100.000
Tipe kamar tipe E Rp 70.000

  • Wisma Kartini

Jl. Kartini Peunayong Banda Aceh
Telp (0651) 22713
Tipe kamar standard room (Rp. 165.000 – Rp 225.000)
Kapasitas 17

15 Hotel Murah di Banda Aceh; Cocok Untuk Backpacker
hotel Anggrek Banda Aceh foto by google 

  • Hotel Anggrek Jalan P. Nyak Makam No. 31-32 Banda Aceh
(0651) 7551549
Tipe kamar deluxe room (Rp 200.000 – Rp 250.000)
Tipe kamar superior (Rp 175.000)
Tipe kamar standard room (Rp 100.000 – Rp 125.000)

  • Wisma Sudirman Jalan Jend. Sudirman 1 Gp. Geuceu Iniem Kec. Banda Raya Kota Banda Aceh
Telp. (0651) 43586
Tipe kamar family room (Rp. 275.000)
Tipe kamar deluxe room ( Rp. 185.000)
Tipe kamar standard room (Rp. 105.000)

  • Wisma Mentari Jalan Tgk . Daud Bereueh Banda Aceh
Tlp. (0651) 7551174
Tipe kamar standard room (Rp 100.000 – Rp 300.000)

15 Hotel Murah di Banda Aceh; Cocok Untuk Backpacker
Wisma Tsacita Banda Aceh foto by wisma tsacita 

  • Wisma Tsacita Jalan Hotel Sultan No 4 Peunayong- Banda Aceh
Tlp 0822-7633-9091
Email : wisma.tsacita@gmail.com
Tarif Kamar : starting from Rp 120.000 sampai dengan Rp 160.000

  • Wisma Nusa Cendana Jalan ST. Iskandar Muda No. 36 Punge Jurong Banda Aceh
Tipe kamar standard room (Rp 125.000 – Rp 225.000)
Tipe kamar superior room (Rp 100.000 – Rp 350.000)
Kapasitas 11 kamar

  • Hotel Lauser Agara Jalan Sisingamaraja No. 188 Banda Aceh
(0651) 7400991
Tipe kamar deluxe (Rp 150.000)
Tipe kamar standart (Rp 100.000)

  • Wisma Lampriek Jalan Tgk. Daud Bereueh No. 155 Banda Aceh
(0651) 23995
Tipe kamar standard room (Rp 150.000 – Rp 190.000)
Kapasitas 17 kamar

  • Wisma Rita Jalan Hasan Saleh lr. Bahagia No. 46 B Neusu Jaya Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh
Telp. (0651) 637277
Tipe kamar I (Rp. 250.000)
Tipe kamar II (Rp. 200.000)
Tipe kamar III-VI (Rp. 150.000)
Kapasitas 6 kamar

15 Hotel Murah di Banda Aceh; Cocok Untuk Backpacker
sumber foto : indonesia.is 

  • Hotel Kuta Alam Jalan Mayjen T. Hamzah Bendahara, Banda Aceh
Telp (0651) 21149
Tipe kamar standar (Rp 150.000 – Rp 250.000)
Kapasitas 32 kamar

  • Wisma Permata Hati Jalan T. Hamzah Bendahara No. 11 Kuta Alam, Banda Aceh
Telp. (0651) 28163
Tipe kamar standard A (Rp 225.000)
Tipe kamar standard B (Rp. 150.000)
Kapasitas 12 kamar


Ah iya, hampir saja kelupaan. Sebagai catatan yang harus di ingat adalah; Anda Dilarang Menginap Berdua Bagi Yang Bukan Muhrim Ya! Bila tetap membandel? Resiko ditanggung penumpang ya..

NB : data di dapat dari berbagai sumber. Silahkan cek dan ricek sebelum memesan kamar. Fasilitas, dan segala hal yang anda butuhkan.

Mau Jalan-Jalan Murah ke Aceh? ini Dia Caranya!

Mau Jalan-Jalan Murah ke Aceh? ini Dia Caranya!
sunset di aceh selatan
Jujur, sebenarnya gaya hidup Travelling Backpaker-an ini,  adalah sebuah gaya hidup yang menurut saya, sedikit aneh. Jalan-jalan keluar negeri, tapi pengen murah punya barang. Pengen keliling Aceh tapi kalau bisa tidurnya gratisan. Nyari tebengan sana-sini, mulai dari masjid sampai wc umum. idih.. Ada yang lebih aneh lagi, setahu saya, harga tiket pesawat itu jauh lebih mahal dari satu piring nasi Padang yang ada di pasar kaget. Tapi, mengapa engkau lebih memilih makan di tempat makan yang harganya sedikit mencerminkan kesedihan dalam hidupmu?
Mungkin, ya mungkin loh ya.

Sifat traveler di negeri ini ataupun dari luar negeri itu, terinspirasi dari sebuah lagu anak-anak yang berjudul “Naik Kereta Api”. Saya, harus setuju dengan bang Mongol Stres. Ini lagu aneh bin ajaib. Masa, naik kereta dari Bandung sampai ke Surabaya naik percuma? Apa ini tidak gila namanya? Perjalanan kereta api dari Bandung-Surabaya itu 12 jam loh! Pergi pagi sampai di Surabaya malam, harga tiket paling murah, 380 ribu rupiah, dan kalian minta percuma? #tepokjidat.

**Naik kereta api ... tut ... tut ... tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung ... Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik**

Kita tahu, ada dua provinsi di Indonesia ini yang terpatri sebagai daerah Termahal Di Indonesia. Aceh dan Papua.  Karena, dua-duanya terletak di ujung negeri. Dan, dua-duanya punya keindahan yang luar biasa.  Ok, ini adalah tips Jalan-jalan murah ke Aceh
  • Beli Tiket  dari Malaysia!
Iya, saya tidak bohong. Seperti guru TK membohongi saya dengan mengatakan kalau balonku itu ada lima tapi ketika di hitung warnanya jadi enam. Tidak percaya? Merah, kuning, Kelabu, merah muda dan biru. Yang meletus? Hijau? Ada berapa? Kembali perihal harga tiket. Air Asia, ada masuk ke Aceh. tapi tidak dari medan, melainkan dari Kuala Lumpur, bro. jadi bisa bayangkan jika perusahaan milik si Toni ini lagi promo hot seat yang nol rupiah. Maka, berapakah harga tiket ke Aceh? #efekUN
Satu lagi, beli tiket pesawat ke Aceh yang tidak direct flight. Karena biasanya, yang direct akan lebih mahal. Kenapa? Karena peminat wisatawan ke Aceh itu bukan karena pengen menikmati cambuk polisi syariat. Tapi tugas kantor. Saran saya, nyari tiket pesawat yang ramai. Semisal dari Batam, atau Medan.  
  • Aceh itu gudangnya Kenduri!
Tahukah kamu kalau kenduri Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh itu bisa berlangsung sampai 4 bulan berturut-turut? Dan itu artinya, kalian akan bisa makan besar selama empat bulan. Hanya bermodalkan kain sarung, peci, gula dan roti kabin. Tuan rumah akan menyambut anda bak sodara jauh yang pernah hanyut kala tsunami 2004 lalu.  Jadi kenapa tidak manfaatkan musim Maulid di Aceh jika kalian ingin menghemat uang makan. Modal 5 ribu, bisa makan siang ala  resto all you can eat yang menunya dilihat aja udah bikin kenyang!
 
Mau Jalan-Jalan Murah ke Aceh? ini Dia Caranya!
pemandangan seperti ini akan sering terlihat kalau kalian jeli pas di tempat kenduri di aceh he he
Selain 4 bulan bisa makan gratis dengan melompat dari satu meunasah ke meunasah (mushalla) yang lain, Aceh juga dikenal sebagai gudangnya Kenduri, bro!
Mimpi ketemu almarhum orang tua dengan muka sedikit tak enak, bikin kenduri syukuran. Sunatan, kenduri, isra mi`raj, kenduri. Lahiran, kenduri. Mau tanam padi, kenduri. Mau turun ke laut, kenduri.

Pokoknya, orang Aceh punya banyak alasan untuk membuat kenduri. Ketika hati senang karena dapat uang, orang Aceh bikin kenduri. Ketika hati galau pun dia bikin kenduri. Kenapa? Karena bagi orang Aceh, kenduri adalah sedekah. Satu masalah selesai kan?
  • Makan pagi di warkop, makan malam di bebek Kuntilanak
Sekali makan di Aceh, satu porsi bisa 12-18 ribu. Baru nasi dan lauknya. Sarapan lontong sayur di Banda Aceh, bisa menjadi bencana. Satu porsi pakai telur bulat bisa kena 8-12 ribu. Jadi, kenapa harus di warkop bila sarapan. Pertama, pesan kopi satu gelas (agar perutmu kembung), lalu mintalah dibawakan Bu Prang alias Nasi Perang. Nasi ini, sebungkusnya ada yang 3 ribu rupiah. Mirip nasi kucing, tapi sedikit lebih banyak. Karena perut orang Aceh beda dengan orang Solo. #ehRasisYa?

Mau Jalan-Jalan Murah ke Aceh? ini Dia Caranya!

Makan malam ke bebek kuntilanak, kenapa? Karena kalian biasa makan sepuasnya tapi bayarnya hanya satu porsi saja. Tidak percaya? Di sini ceritanya.
  • Tidur di Hostel Syariah
Bila di Jakarta ada teduh hostel yang ketika tidur kamu bisa saingan suara vespa dengan cewek bule, di Aceh semua itu seolah tak akan mungkin terjadi. Kecuali kucing akhirnya tumbuh tanduk. Aceh, salah satu provinsi di Indonesia yang menganut Islam sebagai salah satu sumber hukumnya disamping UUD 45.  Jadi, tidur di hostel syariah adalah pilihan paling relevan bagi kamu yang ingin mencari kamar murah.

Mau Jalan-Jalan Murah ke Aceh? ini Dia Caranya!

Ada banyak wisma, homestay, dan hostel di seputaran kota Banda Aceh, dan beberapa kota lainnya di Aceh. harganya permalam? Mulai dari 70 ribu rupiah. Kenapa tidak di masjid saja? Karena saya tak ingin masjid-masjid di Aceh bau iler kalian, bro. #peaceMen!
  • Sewa Motor Atau Becak Motor
Bicara akomodasi di Aceh memang sedikit merepotkan. Untuk keliling sabang saja, kalian akan susah menemukan angkutan kota yang available untuk hal tersebut. Pun, di Banda Aceh, Labi-Labi (sebutan angkot di Aceh) mulai terlihat jarang melintas. Tergerus oleh kejamnya uang DP kredit motor.

Busway atau Transkutaraja memang sudah ada di Banda Aceh, tapi armada dan rutenya masih sangat terbatas. Bila dari Peunayong ingin ke Krueng Raya, maka kamu bisa menunggu melebihi lamanya Cinta menanti Rangga. Jadi, solusi yang terbaik adalah sewa sepeda motor. Sehari 100 ribu rupiah. Dan kamu bisa keliling Banda Aceh atau sabang, sesuka hati. Kesasar? Ah itu sudah biasa. Palingan kamu akan nyasar ke ladang ganja.
  • Jangan jalan-jalan di hari libur!
Ini serius. Seserius anda membaca tulisan ini. Kenapa jangan jalan-jalan Aceh kalau hari libur. Karena beberapa biaya akan naik dengan tanpa surat edaran tertulis. Ramainya turis yang ingin berwisata di hari libur akan menyebabkan tempat wisata akan overload. Kamar hotel akan full-book. Kenderaan sewa habis. Mobil rental juga bernasib sama. Jalanan sepi. Semuanya berkumpul di tempat-tempat wisata di Aceh. jadi, ada baiknya kamu ke Aceh di hari workday.

Mau Jalan-Jalan Murah ke Aceh? ini Dia Caranya!
ini yang terjadi bila ke aceh di hari libur :D
  • Terakhir, Cari Teman Orang Aceh Yang Ganteng
Yups, kalian sebisa mungkin carilah teman perjalanan yang berasal dari daerah Aceh. Kebetulan, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang ganteng #ehem #benerinPoni. Ibu-ibu jualan jagung bila ketemu dengan pemuda Aceh yang tamfhan, bisa menurunkan harga sampai 20 persen.

Bukan, bukan seganjen itulah si ibu. Tapi lebih kepada rasa kekeluargaan sesama acehnya lah yang membuat harga-harga sedikit wajar dan normal. Bahkan, teman perjalanan dari Aceh ini juga akan berfungsi translater bahasa Aceh ke bahasa Indonesia. Mengingat di beberapa tempat keren di Aceh, banyak penduduknya masih kesulitan berbahasa Indonesia dengan baik.

Mau Jalan-Jalan Murah ke Aceh? ini Dia Caranya!
guide ganteng dari aceh 
Tidak percaya? “Nanti, kalau ketemu jalan yang mereng, qe belok sikit, jangan lasak kali beloknya. Nanti qe sisat.” Kalian paham tidak apa yang dimaksud dari kalimat di atas? Bila tidak, maka kalian memang harus menjadi teman orang Aceh yang gantengnya maksimal.

Semoga, tips tak seberapa ini menjadi referensi kalian untuk menjelajah Aceh suatu hari kelak ya, guys. See you there…