Thursday, May 26, 2016

Ingin Nikahi Gadis Aceh? Jangan jadi Blogger!

Jangan mau jadi Blogger, begini nasibnya kalau sudah nikah
Sudah hampir setahun ini saya sering diragukan keseriusan dalam mengurusi keluarga saya, oleh mertua. Pekerjaan yang tak menentu, pagi-pagi tidur, malam bergadang sampai shubuh. Menantu macam apa saya ini? Pemalas!
Seperti yang sudah khas kalian ketahui, kalau ingin menikahi gadis Aceh itu, tidak mudah. Bukan hanya kalian harus jauh-jauh ke Aceh, tapi juga maharnya yang menduduki peringkat nomor 2 secara nasional dalam kategori termahal setelah wanita Bugis. Bahkan, hitung punya hitung, sekali pesta dengan gadis Aceh, kalian bisa menghabiskan 100 juta rupiah-bahkan ada yang lebih! (di sini). Maka sudah sepantasnya, setiap mertua di Aceh akan menyerahkan anak gadis kesayangannya kepada pemuda tampan, rupawan, bijaksana, six pack, dan bukan pemalas!

Sebenarnya, dahulu, saya bukan seorang yang berprofesi sebagai fulltime blogger. Akan tetapi seorang banker kere yang berani melamar gadis asli Aceh. Andai sekarang saya melamar entah apa yang akan terjadi terhadap pinangan saya. Ah iya, hampir kelewatan. Ada anggapan dikalangan Jonas Aceh alias Jomblo Naas Aceh, hanya ada 4 katagori pekerjaan yang layak dan pantas untuk meminang gadis Aceh. Pertama,  Pegawai Negeri Sipil alias PNS. Banyak para calon mertua tidak akan menolak bila seorang pemuda datang dengan menyandang status PNS provinsi. Makanya, tak heran, bila sebagian besar pekerjaan impian masa kini pemuda Aceh adalah PNS. Cwiiww

Kedua, Pegawai Tetap Swasta (bank, pertamina, bumn, dan perusahaan besar lainnya. Semuanya masuk dalam kategori ini). Walaupun bisa di pecat kapan saja, tapi ini golongan pemuda-pemuda tamfhan yang masuk susah ditolak bila melamar gadis Aceh. karena dia terkesan rajin dan rapi. Padahal Cuma kerja pegawai outsourcing di sebuah perbankan umum nasional (nonjok muka sendiri hahaha). Tapi cobalah lamar. Bila anda seorang pegawai swasta di bank. Pasti diiyakan. Dan, siap-siap dengan maharnya ya? #20MayamEmas

Lanjut ke posisi ketiga  Polisi dan TNI, dan terakhir adalah Kontraktor atau pengusaha yang sudah jelas penghasilannya. Urusan nanti dia nipu atau nikah lagi, itu urusan nanti. #ehGimana.

Lalu dimanakah letak seorang blogger di mata wanita Aceh atau di mata Mertua dari Gadis Aceh?

Masalahnya ternyata bukan pada mampu atau tidaknya seorang blogger yang ingin meminang istri orang Aceh atau tidak. Tapi permasalahannya, pekerjaan blogger di Aceh itu tidak terkenal sama sekali! Hahaha (mirisnya nasibku)

Ingin Nikahi Gadis Aceh? Jangan jadi Blogger!
hanya begini nasib blogger di aceh (foto by : Awi Nyak)

Misalnya, kamu blogger adsense yang sebulan berpenghasilan 5000$? Coba saja lamar, pasti Ibu atau Bapaknya akan geleng-geleng kepala. Lalu bertanya, "Nak,  Blogger itu perusahaan apa? Kantornya di mana? Ngapain? Gajiannya gimana, bulanan atau harian? Bagaimana nanti kamu menghidupi istri dan anakmu bila kamu tidak punya kantor?" Dan seterusnya, dan seterusnya. Intinya? Anda akan ditolak! Jadi, jangan heran, bila banyak blogger di Aceh masih berstatus Jones atau Jomblo Ngenes. Ini semua bukan murni salah mereka. Percayalah…

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh seorang blogger yang ingin meminang gadis Aceh dari Aceh agar diterima?

Pertama, jelaskanlah sedari awal tentang perkembangan teknologi, tentang Alan Turing yang penemuannya jadi salah satu letak dasar ditemukannya internet. Ceritakan juga tentang perkembangan perangkat lunak dan sejarah berdirinya APPLE, Windows, dan IBM. Cukup?

Belum. Kalian juga masih harus dengan sabar dan tawadhu sembari terus menundukkan wajah menjelaskan sedikit demi sedikit tentang perkembangan handphone, tentang IOs, Blackberry, Nokia, dan Android. Kalau perlu bawa semua barang-barang tersebut dan perlihatkanlan ke mereka kalau ini, adalah hasil dari ngeblog. Saya jamin, mereka akan semakin bingung.

Lalu, jangan sampai lupa, ceritakan juga asal muasal ditemukannya blog, tentang blogspot yang dibeli oleh Google, tentang Matt Mullenberg yang mengembangkan Wordpress. Bila masih ada waktu, karena bila berkunjung malam hari, hanya sebatas sampai jam 10 malam. Jelaskan kepada mereka apa perbedaan diantara keduanya. Kelebihan blogspot apa, wordpress kelebihannya di mana.

Sampai di sini. Berhentilah. Tatap wajah kedua calon mertua kalian. Apakah semakin nanar, atau sudah bersiap-siap dengan rencong sembari mengendus karena berpikir kalian sedang buka kelas teknologi Informatika dasar di depan mereka. 

Bila semakin nanar, maka ada baiknya kamu pulang dulu. Sembari meminta ijin, agar esok balik lagi. Kalau sudah di usir dengan rencong, maka bilang sama mereka “Pak, saya ini kerja di PT Freelance Indonesia, posisi saya directur”. Begitu dengar kalimat pendek nan sakti ini, niscaya cinta kalian akan segera berlanjut ke pelaminan. #ntahApapun

***
ehem ehem (foto by fardelynhacky.com)
Saya, hari ini menjadi seorang fulltime blogger. Katakanlah demikian. Walaupun hanya update seminggu sekali. Tapi, mencari nafkah untuk anak dan istri itu tetap adalah prioritas utama. Menjadi blogger asal halal dan berpenghasilan mengapa tidak, kan?

Sebenarnya, tidak ada orang tua yang mau membiarkan anaknya hidup berkesusahan. Taruhan sama saya kalau tidak percaya! Jadi, bila datang melamar, maka melamarlah dengan baik. Katakan tujuan dan apa yang bisa kalian berikan. Lalu, perihal mahar yang mahal? Semua masih bisa dibicarakan baik-baik.

Gadis Aceh itu, bukanlah gadis yang tidak paham agama atau kurang berilmu pengetahuan. Mereka bisa mengerti blog itu apa, walaupun ibunya tak paham. Mereka (pada umumnya) bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Dan, satu hal lagi, jangan bilang ke mertua kalau kamu shalatnya bolong-bolong. Wassalam sudah kalau itu sampai bocor. Ha ha ha.

Jadi, siapapun kalian, Blogger kah, Pns kah, Polri atau Tni kah, tukang sapu kah, kuli bangunan kah, keberanian dan niat itu tetap nomor satu. Mahal urusan nomor dua, lamar dulu, baru ngomongin mahar. Iya kan?

Ingin Nikahi Gadis Aceh? Jangan jadi Blogger!
saya bangga jadi Blogger  :D

  1. Weeeeeewwww mahal juga yoooo gadis aceeeh. Hihihi. Penting dicatet nih buat yang naksir ato PDKT.

    Mertua kurang sogokan tuh, Mas *eeehh

    ReplyDelete
  2. Salut sama Mas Yudi...saya masih setengah-setengah nih. Makin termotivasi buat ngeblog :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha saya "terpkasa" mas untuk menseriusinya hahaha

      Delete
  3. Mas yudi... Cocok nih buka kelas informatika buat para mertua yang gaptek sekaligus pencerahan. Ntar jangan dikira kerjaan pelamar anaknya adalah tukang "jaga lilin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. what?? tidaak.. saya malah gaptek mas Iqbal hahaha

      Delete
  4. Mahalnya mahar itu relatif, mungkin lelakinya juga pemilih. Anak siapa? anak bupati mungkin. Pekerjaan perempuannya apa. Mungkin jg PNS. Itu sangat menentukan maharnya mahal atau tidak. Apalagi kalo perempuannya keturunan raja. Haha. Gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha nggak juga sih.. adat dan budaya dalam indonesia kan memang beragam? :D

      Delete
  5. keren mas, lanjutkan terus perjuangan blogger....

    ditunggu kunjungan baliknya ke www.star-najla.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  6. Mntappp inspirasi para blogger lain

    ReplyDelete
  7. setuju bg....kwkwkw ceritanya seru....beginilah nasib blogger.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang penting sesama blogger asal lain jenis boleh kok di lamar hahaha

      Delete
  8. Mahal ya menikahi gadis Aceh? Tapi yang namanya adat harus gimana lagi ya Kak Yudi. Salam sukses dengan karier full bloggernya..Rejeki mah bisa datang dari mana saja, sudah banyak kok blohger yang kaya karena blog mereka ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak Evi.. ini sudah adat. bugis malah lebih mahal lagi :)

      Delete
  9. kerjaannya pesugihan sih, pesugihan adsense :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw ini pesugihan kayaknya harus ditanyain dulu.. halal atau nggak hahaha

      Delete
  10. Pai lah ka Minang, kito nan dibeli :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya minang tapi tidak mau di beli...!. laki macam apa itu.

      Delete
    2. hahah uda bartian.. di minang kan hanya di pariaman aja kan? :D

      Delete
    3. bang hasbi.. hyantai aja.. setiap orang berhak menghargai budayanya hehe

      Delete
  11. nyan ban rakan, tapi betul, gadis aceh sekarang sudah pada pinter masalah teknologi dan dunia blogger, pasti mereka bisa menjelaskan ke ibu dan bapaknya nanti :3

    ReplyDelete
  12. boeh iya keren. kamu luar biasaaaaa..!!

    ReplyDelete
  13. Sangat menyentuh, terutama ane yg juga ngalamin, sampai di bilang gak ada kerja apa-apa hanya duduk di warung kopi saja, sungguh menyedihkan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw klo soal sentilan warkop kami di aceh udah capek dengernya hahaha

      Delete
  14. Bahayaaaa...
    Dan
    Keynote nya..
    PT. Freelance Indonesia, Tbk.
    Hajaaarr

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw akhyar udah tahu kan siapa directurnya? :))

      Delete
  15. Wkwkwk.... ternyqta belum berubah jg ya bang adat begini. Mending klo pedekate lgs aja si pacar di edukasi ttg blogger itu apa biarlah dia yg jelasin ke mamak bapaknya hahha....
    Eh tapi aku dulu maharnya ga gitu x lah..kan aku baik hati n tidak sombong ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya masihlah kak Muna :D
      tapi kan memang setiap bagian aceh beda2 kan maharnya hehe

      Delete
  16. wah mantap sob, pokonya syarat utama jelasin apa itu internet... trus bsa pinang tuh cewek..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya asal jangan kelamaan jelasin apa itu internet..ntar di tanyain, kapan shalatnya? :))

      Delete
  17. Hahahaha.. Jonas, Jomblo Naas.. Istilah baru lagi ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw maaf ya kak.. malah saya nambahin suku kata ke jomblo deh :))

      Delete
  18. Haha. Di luar pulau jawa tradisinya kebanyakan memang seperti itu. Di Banjarmasin lebih ke pelosok juga, status PNS adalah jaminan mutu untuk diterima sebagai menantu. Malah masih banyak orang tua di sana yang beranggapan, meskipun kerja di bank, atau jadi kontraktor, atau kerja di perusahaan swasta bonafit lainnya, semua itu masih dianggap belum kerja, karena yang dianggap pekerjaan layak itu cuma PNS. haha. suram

    ReplyDelete
    Replies
    1. suram? ah sudahah... nikmati saja yang ada dengan semua khasanahnya hahaha

      Delete
  19. Ha..ha..... pt freelance international, tbk.
    Mantap bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha istilah pt freelance indonesia di aceh sedang in mas :D

      Delete
  20. Ajibbbb,,,, ternyata begitu tohh,, :D bang ajak aku di perusahaan PT Frelance Indonesia lah,, biar bisa dapat gaji 5000$ juga,,, *Sungkem

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kok pada terjebak di angka yang asal2an saya tulis ya? itu hanya perumpamaan loh bang :))

      Delete
  21. Hahaha ini tulisannya kocak. Jadi inget komedi di TV lokal Palembang. "Bu saya mau lamar anak ibu" | "Berapa duit yang kau bawa?" | "Cuma ada duit 800 ribu" | "Pergi kau, balik lagi sini kalau sudah bawa duit berjuta-juta!"

    beberapa hari kemudian....

    "Saya sudah bawa duit berjuta-juta, bu!" | "Berapa?" | "SETENGAH Juta TIGA RATUS RIBU." | "Akor! cepat kau kawini anakku!"

    PT. Freelance :) hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. busyeeet.. itu kan sama aja ngibulin calon mertua?? wkwkwkw

      omduut sendiri gimana? :))

      Delete
  22. Semangat...

    Saya yakin suatu saat nanti pasti mertua akan berbalik bicara...

    "Saya bangga punya mantu seorang blogger...!!!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha bener banget mas.. suatu hari itu harus jadi sebuah profesi yang bergensi :D

      Delete
  23. Waawww luar biasa bang pengunjung di Hikayat Banda. sampek kueut ni jari scroll ke bawah "cuma utk koment". Haha. Tengku nggak masuk kriteria bakaln cepat diterima bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. semoga nanti klo sudah jadi tengku bisa masuk melamar ya? :D

      Delete
  24. Tipsnya bisa ditiru ini buat lelaki lajang di seantero Aceh (dan mungkin Indonesia?) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bisa jadi sih kak Dee.. tapi saya tidak menyarankan ya kak :))

      Delete
  25. Hahahha.. kalo menikahi pemuda aceh, jadi blogger aja boleh kan ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha boleh lah kak.. coba nanti yudi tanya dulu.. ada yang sedang nyari calonnya blogger :D

      Delete
  26. Salam trenyuh untuk para blogger jones semoga tetap tabah, tegar, dan tetep jones... eh..
    Tapi salut dengan keputusan mas Yudi yang berani menjadi fulltime blogger pasti bukan keputusan mudah, walau gak yakin saat melamar istri dulu ngaku begitu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha biasalah mas.. namanya juga dalam setiap kerjaan itu selalu ada suka dukanya :D

      Delete
  27. salam blogger :v yang blogger kayak ane makin susah jadi dapat pasangan :3 ... karena di aceh cuma dikenal 4 kategori saja bang .. kalau dijawab kerjamu apa nak ... jawab freelancer nanti dibilang cari kerja yang bagus dulu sana ... dibilang kerja jadi blogger ... itu kantornya dimana saya ga pernah dengar :( miris dach :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk semangatlah bang Reza..
      masa gitu aja udah nyerah :))

      deritamu, sudah pernah kurasakan hahaha

      Delete
  28. Meja lipatnya ganti dong om. Bikin ruangan khusus untuk kerja, sulap seperti layaknya ruangan kantor yg elegan. Pake meja kantor yg besar, kursi direktur, dan kalo bisa pake monitor yg banyak dan berbaris2. InsyaAllah mereka akan lebih menghargai profesi kita.. Wkwkwk...
    Saya yakin suatu saat, orang2 yang kita cintai akan bangga dengan kerjaan kita sebagai blogger. Karena waktu kita yg sangat fleksibel dan itu artinya kita selalu ada untuk keluarga.

    Keluarga di atas Kerjaan.
    HIDUP KELUARGA.. :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah itu kan foto lama.. cuma untuk seru2an aja :))

      Alhamdulillah, istri dan anak2 saya senang klo saya jadi blogger gini hehe

      Delete
  29. Beh ini baru inspirasi tulisanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha selamat menikmati tulisan sederhana saya :D

      Delete
  30. Ternyata abang mastah bloger ini, dulunya banker toh.., hahahaha.,,, nggggk nyangka! kwkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayyaaaah terbongkar deh
      eh btw, kan si bang ferhat juga sama kan ya? :D

      Delete
  31. Ya ampun Mas Yudi, saya ketawa bacanya. Hahahaha. Semoga rumah tangganya selalu bahagia rezeki lancar dan berkah ya, Amin.

    btw, Istrinya cantik sekali. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha begitulah klo nulis curhat mbak, jadi rame kan? padahal saya ngarang aja :))

      amin, dan alhamdulillah, saya nggak salah pilih hihihihi :-D

      Delete
  32. Baca artikel ini, jadi dapat ide nih.... Ada baiknya cafe-cafe di Aceh yang blogger-friendly harus didesain seperti kantor. Tiap blogger yang sering ke situ, ada meja khusus untuk perusahaan dia. Jadi dia bisa buat alamat cafe ini sebagai alamat perusahaan, tentu harus ada Po Box di depan. Misal: PT. Hikayat Banda, Jl. Tgk Daud Beureu'eh, No. 17. Gedung Zakir Kupi, Lt. 2. Blok(table) 007. Lampriet. Banda Aceh. Kiban? Cocok?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah keren nih bang.. kira2 ada nggak ya warung kopi yang mau bekerja sama kek itu ya? :D

      Delete
  33. keren,,,, dua jempol bang,,,, benar2 perjuangan itu namanya,,,,

    ReplyDelete
  34. Hahahaha artikelnya ok baca sambil senyum sndiri. Salam sukses

    ReplyDelete
  35. Betul pakek bangat mas broe..asal udah punya seragam dan kantor, masalah gaji hanya cukup tuk beli sabun itu gak masalah sama gadis aceh..hahahahaha

    ReplyDelete

Hai... Terima Kasih sudah membaca blog ini. Yuks ikut berkontribusi dengan meninggalkan komentar di sini 😉

Start typing and press Enter to search