Gayo Lues, Tempat Dua Warisan Dunia Dititipkan

wisata aceh gayo lues
Kalau ingin menyelamatkan Leuser, selamatkan dulu masyarakat Gayo Lues ini
Tubuhnya yang tambun, membuat suaranya terdengar sedikit berat. Tanpa alas kaki, pria yang kami tunggui selama satu jam lebih ini memberikan sebuah kesimpulan yang mencengangkan. Logat bicaranya, seperti pria Gayo Lues kebanyakan. Sedikit mirip dengan logat batak, becampur melayu, bercampur Aceh. Entahlah, saya tidak terlalu paham perihal tersebut. Pria itu, masih duduk ditengah-tengah di antara saya, manager-manager saya, dan seorang pendamping dari pihak Pemda kabupaten Gayo Lues.  

“kita ini, hanyalah orang-orang yang tidak dikenal. Masyarakat umum hanya tahu Leuser, tapi tidak mengetahui keberadaan kami. Makanya, dengan semangat yang ada, kami ingin menyampaikan kepada dunia, kalau Leuser adalah gayo, Gayo adalah Leuser.”

wisata aceh gayo lues
jalan menuju Gayo Lues dari kota Takengon yang berkabut
Bulu kuduk saya merinding. Di tengah siang bolong, di dalam sebuah kamar yang cukup luas. Pria tambun itu melanjutkan pembicaraannya. Ada semangat yang menyala terlihat jelas dari bola matanya. Baginya, politik hanyalah sebuah perantara. Untuk tetap bisa menjaga kelestarian Hutan Leuser.  Pria itu, adalah Bupati Kabupaten Gayo Lues, yang bernama ; H. Ibnu Hasyim.

Beban yang kami tanggung semakin berat. Tujuan awalnya, saya dan team hanya ingin bersosialisasi mengenai pelaksanaan TARI SAMAN 10001 MANUSIA. Sebuah perhelatan maha besar ini, akan dilaksanakan pada bulan November 2016 mendatang. Tepatnya, tanggal 24 november. Sebuah event yang akan membuat siapapun yang hadir bertekuk lutut. Menyaksikan salah satu warisan dunia yang telah diakui oleh Unesco beberapa waktu silam, bergerak dengan jumlah yang mengerikan.
wisata aceh gayo lues
rumah pohon di kawasan ginting pineng
Tahun 2014 lalu, Kabupaten Gayo Lues, untuk pertama kalinya, melaksanakan tarian Saman dengan jumlah peserta sebanyak 5005 orang penari. Bisa kamu bayangkan? Saya sendiri sampai terbengong-bengong dibuatnya. Ada 5005 (lima ribu lima ) anak manusia Gayo menarikan tarian kebanggaan mereka secara serentak dan dengan tepukan yang sama. Mereka melantunkan syair puji-pujian kepada sang Pencipta, Junjungan Nabi Muhammad, lalu memberikan petuah-petuah yang salah satu isinya adalah petuah menjaga alam. Apalagi bila bukan Leuser.

Jujur saja, ini adalah pertama kalinya saya melangkahkan kaki menuju negeri 1000 bukit. Kabupaten GAYO LUES yang beribukota Kota Blangkejeren, merupakan sebuah mimpi yang (lagi-lagi) menjadi nyata. Jalanan yang menukik tajam ke atas, sembari sesekali melewati hutan pinus yang segar. Lalu disambut dengan kabut serta gulungan awan putih, adalah sebuah sensasi perjalanan yang akan sulit saya lupakan.
wisata aceh gayo lues
kawasan genting pining, Gayo Lues
Kabupaten ini, sebenarnya kabupaten baru. Terbentuk pada tahun 2002 yang merupakan pecahan dari kabupaten Aceh Tenggara. Tuhan, menitipkan dua warisan dunia terhebat pada kabupaten muda ini. Kawasan Ekosistem Leuser, dan Tari Saman Asli Gayo! Keduanya telah mendapatkan pengakuan dunia. Tari saman, sendiri diakui oleh UNESCO pada tahun 2012 lalu. Hingga hari ini, semua orang sering keliru. Saman bisa ditarikan oleh kaum hawa, pada kenyataannya, ini adalah SALAH! Saman tidak boleh ditarikan oleh kaum hawa. Melainkan hanya pria saja. Lalu yang ditarikan oleh kaum hawa selama ini apa? Itu adalah tari Ratoeh Jaroe.

Setiap kali, saya berjalan mengelilingi kota Blangkejeren yang jalanannya tak bisa lurus. Setiap itu pula saya tersenyum. Tuhan begitu menyayangi negeri mungil ini. Dengan luas yang tak seberapa, Allah memberikan kekayaan yang luar biasa. Sempat terlintas, bilakah ini menjadi tempat terakhir di bumi. Sungguh! Itu sudah cukup.

Menghitung Kekayaan Leuser

wisata aceh gayo lues
burung pipit? 
Leuser, memiliki jumlah fauna terbanyak di kawasan Asia. Ekosistem ini merupakan rumah bagi 105 spesies mamalia, 382 spesies burung, dan setidaknya 95 spesies reptil dan amfibi (54% dari fauna terestrial Sumatera). Hutan ini dianggap sebagai tempat terakhir di Asia Tenggara yang memiliki ukuran dan kualitas yang cukup untuk mempertahankan populasi spesies-spesies langka, termasuk harimau sumatera, orangutan sumatra, badak sumatra, gajah sumatera, dan macan tutul.

Sampai saat ini setidaknya diperkirakan ada sekitar 89 jenis satwa yang tergolong langka dan dilindungi ada di hutan Taman Nasional Gunung Leuser di samping jenis satwa lainnya. Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain:
  • Mawas/Orang Utan (Pongo pygmaeus abelii)
  • Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)
  • Harimau loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
  • Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)
  • Beruang Madu (Helarctos malayanus)
  • Burung Rangkong Papan (Buceros bicornis)
  • Anjing Ajag (Cuon Alpinus)
  • Siamang (Hylobates syndactylus syndactylus)
  • Kambing hutan (Capricornis sumatraensis)
  • Rusa Sambar (Cervus unicolor) Sumber di sini
Di kabupaten Gayo lues, 70 persen dari luas wilayahnya adalah kawasan Hutan Leuser. Hari ini, mereka tengah berjibaku. Memikirkan nasib perseteruan luas hutan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Mereka menyadari betul akan hal tersebut. Sehingga, kita semua diminta untuk mencarikan solusinya.


wisata aceh gayo lues
desa Pantan Cuaca, Gayo Lues. 
Salah satu cara yang coba diangkat adalah menjadikan Kawasan Hutan leuser sebagai daerah ekowisata. Sebenarnya, (saya harus jujur) ini bukanlah ide terbaik. Tapi mengingat sulitnya pilihan yang ada, mau tidak mau hal ini harus diambil. Hampir mirip-mirip dengan kawasan Amazon di Brazil. Hutan leuser, harus bisa memberi makan kepada manusia yang hidup disekitarnya tanpa harus merusak hutan tersebut.

Di sela-sela hawa yang sedikit sejuk dan segar, saya masih melemparkan pandangan ke arah barat. Berdiri di puncak Genting Pining. Sebuah mahakarya dari Tuhan yang luar biasa. Tergeletak begitu saja. Menanti setiap jiwa-jiwa anak manusia, mereka  para petualang sejati untuk menjamahnya.

wisata aceh gayo lues

wisata aceh gayo lues

Lekukan demi lekukan dari punggung bukit barisan berjajar memberikan sebuah pemandangan yang indah. Saya, adalah pencinta laut. Tapi kini, gunung dan bukit memberikan arti yang berbeda. Leuser, Gayo Lues, dan Tari Saman, telah membuat saya jatuh cinta. Hasrat ingin mengunjunginya lagi dan lagi lebih besar dibandingkan rasa lelah kala menempuh perjalanan darat selama hampir 12 jam.

Kawan, tepat 24 November 2016* nanti, datanglah beramai-ramai ke negeri seribu bukit ini. Jadilah petualang sejati sembari menikmati sajian dua warisan dunia. Leuser, dan Tari Saman. Bantulah negeri ini, melindungi tempat terakhir di bumi yang masih menyimpan keanekaragaman hayati yang begitu melimpah. Bantulah ia, menjadi sebuah destinasi wisata yang mampu memberikan penyadaran kepada setiap anak adam di bumi ini. Bahwa menjaga alam, sama seperti kita menjaga keluarga kita sendiri dari kepunahan.

Salam dari Leuser...

wisata halal aceh
Pantan Cuaca, gayo Lues. I love it!



Noted : Update terbaru, tari Saman 10001 penari, ditunda sampai Habis Pemilukada Aceh

Yudi Randa

Saya, menyukai dunia travelling, Mencintai membaca, Mencintai duduk bersama keluarga sembari menikmati secangkir kopi, menyenangi berbagi bersama. Bisa di Hubungi di yudi.randa@gmail.com

26 komentar:

  1. duhhh... pemandangannya itu bikin lemah iman :-D kepngin kali menjelajah daerah sana, insya allah one day.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doakan saja bulan sebelas nannti saya dapat undangan lebih.. Bisa kasih ke ihan satu. Amin

      Hapus
  2. Aceh itu sangat kaya budaya dan keindahan alamnya. Susah move-on..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiiih..
      Ada yang berkesan sekali sepertinya sama aceh ya bang? Hehe

      Hapus
  3. Aceh emang amazing yaa, pengen suatu saat mengunjungi Serambi Mekah ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah..
      hayoo cerita piknik tidak akan lengkap bila belum ke aceh :D

      Hapus
  4. bang kalau ada undangan lebih bagi saya ya,, hahahahah

    duh pengen jelajah sana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. laaah??? kan dari medan lebih dekat?? cuma 8 jam :))
      klo dari banda aceh malah lebih jauh loh hehe

      Hapus
  5. Cakeeep, sudah sampai di Negeri Atas Awan. Syukur2 kalau saya bisa datang pada 24 November nanti, amin... :D
    Fotonya keren2 ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillaah sudah "selesai" sementara ini dengan seluruh kabupaten dan kota di aceh :D

      insya Allah tnggal segitu klo saya punya undangan lebih akan saya kasih ke admin safariku ;)

      Hapus
  6. Wih muantappp tempatnya kang tapi saya masih bingung nih sama lokasinya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bingung gimana maksudnya? kan saya sudah jelaskan kalau ini adalah kabupaten GAYO LUES. silahkan di searching aja di google kang

      Hapus
  7. Sumpaaah ini negeri impian saya sejak kecil. Aku tahu Tanah Gayo udah lama banget dan bermimpi pengen ke tempat ini. Aaah semoga ada rejeki buat ke sini. Enaknya ambil pesawat ke Medan apa ke Banda Aceh ya Yud?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya??
      sekarang kalau kakak mau ke GAYO LUES, ada baiknya via medan kak.. tapi walaupun jarak tempuh lebih dekat. jalan menuju ke sini cukup capek kak (dengar2 cukup rusak)
      tapi, kalau mau ke Aceh tengah (takengon) yang ada danau laut tawarnya, kaka mendingan ke banda aceh.

      sebenarnya ada pesawat langsung dari medan ke blangkejeren atau ke takengon kak.. via susi air

      Hapus
  8. Alam Aceh itu luar biasa kaya, begitu pun manusianya. Ketar-ketir saya kalau ada kabar kurang mengenakkan yang mengganggu keseimbangan Leuser...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Aceh ternyata bisa jadi positif juga :)

      iya bang, semakin hari ancamannya semakin besar

      Hapus
  9. Mantab bang , segala yang ada di bumi ini juga warisan dunia . teramsuk ane sama ente
    PUBLIC SPEAKING SEMARANG

    BalasHapus
  10. tari saman ak pernah liat di nikahan saudaraku, dia dapet orang aceh. keren, satu gedung setelah selese pada tepuk tangan semua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wooowww.. tapi setahu saya nih ya mas, kayaknya yang nari "saman" itu cewek ya? klo iya, itu namanya tari ratoeh duek atau ratoeh jaroe mas. karena saman tidak dimainkan oleh wanita :)

      Hapus
  11. seru kali ah bang yudi. kapan2 ajak kami juga laah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayyukk bulan november ke sana lagi insya Allah :)

      Hapus
  12. Kangeeen... Saya pernah ke sana, Bro. Dengan rute Meulabouh - Jeuram - Takengon, bersepeda motor melewati bukit barisan yang dingin dan sepi. Sumpah terharu melihat foto-fotonya. Suatu saat harus ke sana lagi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah saya malah jadi iri.. soalnya belum coba naik motor keliling aceh :)

      Hapus
  13. Kabutnya amboy sungguh aduhai.

    BalasHapus