Monday, April 8, 2019

Mie Pangsit Warkop Jaya, Peunayong. Sensasi Pangsit yang tiada duanya!


Mie Pangsit Warkop Jaya, Peunayong

Saya akhirnya tahu, jika pangsit dan mie pangsit itu dua hal yang berbeda!

Sudah lama saya penasaran. Dengan warung mie yang terletak di kawasan pecinan Banda Aceh. tepatnya di jalan Jenderal Ahmad Yani, Peunayong, hampir setiap sore saya melewati kawasan ini. Entah untuk sekedar belanja harian, antar anak mengaji, atau ngopi sore. Kawasan ini, selalu riuh ramai. Hampir dua puluh empat jam tanpa henti. Sesekali macet tak terkira. Sesekali, lengangnya membuat hati bahagia.


Acap kali hendak berhenti, saya terpaku dengan kriteria halal untuk menunya. Meragu. Begitu terus.

“bang, Halal insya Allah.” Begitu ungkap Gusti. Yang bekerja sebagai admin akun instagram @kulineratjeh. Beberapa hari sebelumnya, gusti dan tim baru saja selesai mereview warung kopi mie jaya tersebut. 

Ia juga, mempersoalkan perihal logo Halal. Sama seperti saya. Namun, sang pemilik, akhirnya mempersilahkan mereka masuk sampai ke dapur. Semua peralatan memasak dipisah. Dapurnya juga. Bahannya adonan mie juga. Semuanya dihalalkan.

Keraguan saya menghilang. Diam-diam, di hari menjelang magrib. Hujan gerimis. Langit jingga berbalut mendung kelabu. Saya, memutuskan untuk mampir. Ke Warkop Jaya. Tak jauh dari Hotel Medan. Di deretan toko yang bangunannya dari jaman kolonial Belanda. Pun, masih selamat setelah diterjang ombak tsunami. Warna biru bangunannya. Tak jauh dari jembatan Peunayong.

“Ci, pesan pangsit ayam satu, Teh Bunga satu.”

Saya memilih duduk di sudut. Mencoba menghangat di tengah cuaca yang mulai sejuk. Tak menunggu lama, pesanan saya sampai. Dan, betapa kagetnya saya, jika pangsit yang saya pesan. Hanya “pangsit”nya saja. Tak ada mie, sebagai mana biasanya saya pesan mie pangsit pada gerobak dorong.

“loh? Mie nya mana Ci?” tak sengaja suara bingung saya terdengar olehnya. Ia tersenyum, lalu menjelaskan. Jika ingin mie, maka pesannya mie pangsit ayam. Namun jika pangsit ayam, ya hanya pangsit ayam saja. Baiklah, saya yang salah. Saya akhirnya paham, jika pangsit dan mie pangsit ayam adalah dua hal yang sungguh berbeda.


Semangkuk pangsit ayam lengkap dengan kuah, tersaji panas di atas meja. Tak lupa saya memesan lagi mie. Konon, warkop yang telah ada semenjak tahun 1982 ini, memiliki rasa mie yang khas. Pun, pengelolaannya dilakukan oleh mereka sendiri. Handmade istilah kerennya.

“ini, usaha keluarga kami. Dan pengelohan mienya diturunkan turun temurun. Rasa dan kualitas mie, yang terus menerus saya jaga dengan baik” ungkap cici Acin. Dan, saya harus akui, ini pangsit yang enak. Lembut ketika masuk mulut. Lumer. Kuahnya juga pas, tidak asin apalagi hambar. Tekstur mie juga dibuat dengan lembut dan tak terlalu lunak. Cukup mengenyangkan untuk ukuran perut saya, orang Aceh.


Saya puas. Harga yang masih ramah dikantong, suasana warung yang masih mengikuti ala klasik. Tidak tampil kekinian ala Cafe. Sehingga kesan hangat dan kekeluargaannya membuat siapapun yang datang, menjadi nyaman. Begitukan?

Adzan magrib menggema. Pintu warung ditarik sebagian. Pesanan di close sementara. Menghargai mereka yang muslim. Begitu katanya. Satu persatu, para driver Gojek yang mengantri mulai balik. Mengantar pesanan. Setelah membayar, saya pun ikut pulang. Mengejar magrib di masjid terdekat. Lalu, pulang. Berkumpul bersama keluarga.

Musibah terjadi, setiba saya di rumah. Sesaat setelah melepas salat. Istri dan anak-anak komplain! Mengapa tak membeli dua bungkus mie Pangsit nya? Begitu, anak dan ibunya ini serempak melabrak sang ayah yang mulai meluruskan perutnya yang kekenyangan. Alamak! Saya lupa. Saking enaknya.



Mencoba damai, saya ingat, tadi di warung, para driver Gojek banyak yang mengantri. Menanti pesanan, aplikasi Gofood menjadi andalan jika sudah keadaan genting begini. Namun, sering sekali, pemesanan dalam jumlah banyak membuat kita pemilik akun akan tekor. Namun, nanti tidak lagi, kawan.

Gojek telah menghadirkan tambahan fitur Chat Antar Teman. Fitur ini adalah fitur tambahan yang ada di dalam fitur chat, fitur ini yang membuat fitur chat lebih unggul dibandingkan fitur chat sejenis karena memungkinkan kamu untuk langsung mentransfer uang dalam bentuk GO-PAY kepada teman kamu, bahkan bisa patungan sama semua anggota yang ada di dalam group. Ini yang paling penting kan? Dan saya pun bisa mensplit bill dengan istri, secara uang belanja kan sudah ehem ehem kan? Hehe


Fitur split-bill ini terbagi dua, bisa membagikan total biaya patungan secara bagi rata atau beda-beda. Ini bisa sangat berguna untuk kamu yang melakukan patungan dengan biaya yang berbeda-beda, jadi tak usah takut lagi jika pesanan mie pangsit jaya melunjak tiba-tiba karena satu rumah ikutan mesan.

Dan, menikmati makanan enak yang ada di kota Banda Aceh, seperti Mie Pangsit Jaya tak lagi menjadi kendala, bukan?

note : photo mie pangsit jaya by @kulineratjeh

19 comments:

  1. Aku suka mie pangsit seperti ini heheheheh. Pernah sih singgah di salah satu kota buat makan mie pangsit, tapi rasanya kurang pas bagiku. Semmua tergantung selera masing-masing :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. so far ini, pangsit yang cukup mumpuni bang hehe

      Delete
  2. ini salah satu pangsit terbaik di Kutaraja

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang! dan aku baru tahu belakangan ini.. hiks

      Delete
  3. Sebagai fans berat mie pangsit, aku berdoa semoga om Yudi mau menculik aku kesini :) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha klo soal ngajak makan mah, gampang. perihal culik ini yang repot hahaha

      Delete
  4. Pangsit basahnya sangat menggoda! btw, aku belum nemu lagi mie ayam yang enak kayak yang aku terakhir makan di Jakarta. Apa yang di warkop Jaya ini lebih enak ya? temenin bang makan di sana nanti yah yah yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, justru aku belum nemu yang di jakarta nya Yan.. gimana nih?? :D

      Delete
  5. oh ternyata di Aceh juga ada makanan tidak halal ya? hahaha
    kirain semua makanan di Aceh sudah otomatis halal bang.

    Bicara soal mi pangsit, di Makassar juga ada mi pangsit legendaris
    penjualnya juga sama, keturunan yang usahanya memang sudah ada turun temurun sejak nenek mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada lah Daeng.. CIU aja ada.. hahaha
      walaupun memang sekarang udah hampir rata2 halal :D
      aku pengen ke makassar Daeeeeeng

      Delete
  6. Wah.. belum pernah coba. Ngeliat fotonya aja udah bikin ngiler, kudu datang kayaknya

    ReplyDelete
  7. Thanks for information , sudah mau berbagi cerita yang menyerukan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga sudah berkunjung ke blog sederhana saya :)

      Delete
  8. wah mie pangsit nya bikin ngiler nih, kaya nya enak bgt tuh ya. Makasih buat informasi nya kapan2 kalo main ke Aceh pasti bakal mampir kesini.

    ReplyDelete
  9. ahahaha... tunggu daku di Aceh ya bang Yudi :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau datang kapan?? biar aku siapin karpet merah hahaha

      Delete
  10. Waduh,,,,Bulan Ramadhan baca ni postingan, serasa pengen langsung denger adzan Maghrib aja deh

    ReplyDelete

Hai... Terima Kasih sudah membaca blog ini. Yuks ikut berkontribusi dengan meninggalkan komentar di sini 😉

082160247799

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search