Wednesday, July 3, 2019

Nuansa Baru Kota Banda Aceh, Ketika Ia Belajar Berbenah



Agra Van Andalas! Begitulah sebutan yang pernah melekat dalam tubuh kota kecil ini. Agra-nya pulau Sumatra. Begitulah artinya. Pihak kolonial Belanda yang melekatkannya kepada Banda Aceh. Dulu, ketika akhirnya mereka mampu menginjakkan kaki di ujung barat Pulau Sumatra.  Penyebutan Agra di Pulau Sumatra, disebabkan adanya bangunan yang menyerupai Taj Mahal. Masjid Raya Baiturrahman.

Kota yang memiliki luas hanya 62 KM2 ini, mampu menyajikan sejarah panjang. Tak bertepi. Dan terus berusaha memberikan arti terbaik dalam setiap langkahnya. Entah, paling tidak, itulah yang saya rasakan hari ini. saya masih ingat, kecil dahulu, kota ini, pernah begitu lengang. Pasalnya sederhana, ada kontak senjata di kawasan kota. Terlepas dari itu semua, kini, kota pernah mati suri ketika dikunjungi Tsunami dan Gempa, kembali menata diri.

Paling tidak, ada lima tempat di Banda Aceh yang berubah menjadi lebih baik. Walaupun, masih ada kekurangan di sana-sini. Berikut adalah lima tempat di kota Banda Aceh dengan nuansa baru ;

Masjid Raya Baiturrahman


Bentuk aslinya, sudah tidak lagi berjejak. Sepenuhnya berubah. Dari beratap berundak, menjadi kuncup bawang. Menyerupai Taj Mahal di Agra, India. Berbeda cerita dengan pembangunan Taj Mahal yang diperuntukkan atas nama cinta kepada sang kekasih hati. Pembangunan masjid raya Baiturrahman oleh pihak belanda untuk merebut kembali hati rakyat aceh dan berusaha memendam gelora perang.

Sejak saat itu, renovasi terus berlangsung atas masjid kebanggaan rakyat aceh ini. hingga akhirnya berhenti pada 13 Mei 2017. Berikut saya rangkumkan tahun renovasi Masjid Raya;
  • Tahun 1292 dibangun pertama kali oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah (?)
  • Tahun 1612 dibangun (lagi?) Sultan Iskandar Muda
  • Pada 10 April 1873 masjid ini dibakar habis oleh pasukan Belanda yang berhasil mengalahkan tentara kerajaan Aceh Darussalam di bawah perintah Sultan Mahmudsyah
  • 1879 Masjid kembali dibangun dengan gaya baru atas perintah Mayor Jenderal Karel Van Der Heijden
  • 1882 Masjid dinyatakan selesai dibangun dengan mengandalkan satu kubah. Dengan gaya arsitektur Mughal
  • Tahun 1936, renovasi pertama dilakukan oleh pemerintah belanda yang berkedudukan di Banda Aceh ( dulu bernama Kutaraja). Yang dilakukan adalah penambahan bagian kiri dan kanan masjid. Masing-masing satu kubah. Kini, kubah menjadi tiga.
  • Dari tahun 1958 sampai 1969 pada masa Gubernur Ali Hasyimy. lalu dilanjutkan lagi pada tahun 1975. Menghasilkan lima kubah dan dua menara.
  • Mulai tahun 1991-1993, renovasi yang dilakukan pada masa pemerintahan gubernur Ibrahim Hasan. dengan mempercantik bagian interior Masjid.
  • Tahun 2015 sampai dengan 2017, pada masa Gubernur Zaini Abdullah, dilakukan pemasangan 12 buah payung elektronik. Basemen, dan pemasangan marmer pada bagian luar masjid.


Kini, wacana berkembang, pemerintah Aceh menginginkan untuk mengembalikan luas tanah masjid Raya sesuai dengan pada masa awal kerajaan dulu, mungkinkah? Atau sebaiknya, yang menjadi fokus utama adalah membenahi lantai yang menjadi licin ketika musim hujan tiba. Payung yang sering robek setiap kali angin kencang bertiup dari arah barat atau arah timur.

Entahlah, yang jelas, kini, wajahnya menjadi sebuah nuansa baru di jantung kota Banda Aceh. masyarakat mensyukurinya. Menjadikannya salah satu tujuan destinasi wisata religi wajib bila ke Aceh.

Taman Krueng Daroy


Krueng Daroy, atau Sungai Daroy dalam bahasa Indonesia. Sungai sederhana ini, merupakan proyek ambisius sekaligus proyek ditujukan untuk menunjukkan kesetiaan akan kekasih hati. Sungai ini, adalah sungai buatan. Dia digali. Dilekukkan, dibuat agar mengalir melewati istana raja. Berkelok-kelok mengikuti bentuk taman. Yang sengaja dibuat oleh Sultan Iskandar Muda untuk istrinya yang berasal dari negeri Pahang, Malaysia.


Waktu berlalu, sungai kecil ini, sempat menjadi tempat saya melepas peluh sehabis pulang sekolah dasar. Bermodalkan celana pendek warna merah. Terkadang hanya pakai sempak merek Hings, belajar berenang. Menunjukkan kebolehan melompat dari ujung jembatan. Hanya demi terlihat menarik pada lawan jenis yang tengah lewat. Seiring waktu, bantaran sungai yang bersejarah ini, terlihat abai dan kumuh. Pernah menjadi toilet serbaguna warga. Pernah, menjadi tong sampah. Bahkan, terlihat begitu menyeramkan.


Kini, tampilannya menjadi sebuah pembeda di antara bantaran sungai lainnya. Dibangun sebuah taman rekreasi, membuatnya kembali nyaman. Lengkap dengan mural cerita yang melatarbelakangi pembangunan sungai ini dahulunya. Pembangunan ini, lewat program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) yang dicanangkan Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengubah bantaran Krueng Daroy, kawasan ramai penduduk, menjadi salah satu taman kota yang indah nan asri.

Masjid Keuchiek Leumiek


Berbicara soal masjid, Banda Aceh, bisa dikatakan tak kekurangan masjid. Mulai dari masjid tua penuh sejarah. Mulai dari masjid yang dibangun para era Kesultanan, era Kolonial, pasca Tsunami seperti masjid Al Makmur ( lebih dikenal dengan sebutan masjid Oman), sampai masjid yang dibangun oleh pengusaha toko Emas Banda Aceh.

Masjid Keuchiek Leumiek namanya. Masjid yang dibangun oleh keluarga Haji Harun Keuchiek Leumiek ini, dibangun tempat menghadap pada bantaran sungai Aceh, desa Lamseupeung, kota Banda Aceh. Berdiri megah ia. Jika malam, gemerlap cahaya lampunya, berpantul samar-samar pada aliran sungai. Begitu megah. Menyerupai masjid yang ada di Timur Tengah.

Selain menambah keindahan kota, masjid ini, juga secara tak langsung menjadi pembuktian jika saudagar Aceh, masih mampu memberikan pembangunan akan kotanya, seperti masa dahulu. Seperti emas pada MONAS, seperti pesawat RI 001 Dakota, yang menjadi cikal bakal Garuda.    

Jika ingin mengunjungi masjid tersebut, kamu dapat mendatangi masjid yang dibuka untuk umum ini di Lamseupeung, Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Fly Over Dan Underpass Simpang Surabaya


Fly Over dan Underpass menjadi nuansa baru? Serius? Ya, ini serius. Dan ini adalah jalan fly over yang kedua yang ada di Aceh. setelah sebelumnya ada di Kabupaten Pidie Jaya. Bagi perkembangan pembangunan kota banda Aceh, yang baru terlepas dari konflik senjata, dan Tsunami, ini menjadi sebuah perkembangan ke arah yang positif. Memang, di sana sini, terdengar suara sumbang. Mengapa tak dibangun ke arah sebaliknya? Terlepas dari itu semua, dari pada tidak ada pembangunan sama sekali, ini menjadi sebuah apresiasi saya pribadi.


Paling tidak, setiap sore, selepas menjemput anak-anak mengaji, mereka meminta saya untuk melintasi jalan layang tersebut. Mereka cukup bahagia. Ini, salah satu wahana wisata bagi keluarga kecil saya. Pun, demikian dengan jalan Underpass. Yang berada tak jauh dari jalan layang tersebut.

Kota yang kecil ini, yang terletak di ujung Sumatra ini, selalu memiliki sesuatu hal yang baru. Yang mampu menyenangkan warganya dengan cara yang sederhana. Sesederhana kotanya. Ada satu hal lagi, yang ingin saya sajikan sebagai salah satu nuansa wajah baru kota ini. Taman Bustanil Salatin, atau dahulu dikenal dengan sebutan taman sari. Sayangnya, proyek pembangunan museum Digital Kota Banda Aceh tak lagi dilanjutkan. Menyisakan gedung megah yang hanya menjadi tempat Selfi para anak baru gede.


Harapan tetap dilanjutkan menjadi mimpi kecil saya dan keluarga. Karena kelak, ketika hari telah senja, tubuh telah renta, hanya museum yang mampu membuat bangga anak-anak saya akan kotanya. Kota Para Raja.


NB : Semua foto ini milik saudara Aulia Putra (https://www.instagram.com/aulia_putra19/


31 comments:

  1. Itu rumoh aceh yg di dekat masjid keuchik buat apa om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk ruang kerja para pengurus, untuk duduk rapat keluarga dll bang

      Delete
  2. Saya acungin jempol buat Masjid Baiturahman keren banget, gede dan cakep..

    ReplyDelete
  3. Aku sdh lama sekali ngak ke banda,pdahal kmpung halaman orang tua jg di Pidie, Aceh. Kl dilihat dari foto yg diatas perubahannya baik sekali ya. Anyway aku jd baru tahu loh kak kl banda dulu di sebut agra krn bangunn masjidnya yg ikonik seperti taj mahal. Kapan2 kopdar ya sama kak yudi kl saya ke Aceh lagi hehehhe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he?? dikau orang pidie????

      yuks saya nantikan kopi barengnya

      Delete
  4. Agra van Andalas, saya baru tau istilah ini. Cukup bangga dengan Masjid Baiturahman yang dimiliki Aceh, mampu berbenah setelah mendapatkan bencana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama bang.. saya juga baru tahu klo ada istilah itu hehe

      Delete
  5. Terakhir ke Banda Aceh sebelum Tsunami. Yang Paling familiar Masjid Raya yang ikonik itu. Tapi senang rasanya flyover & underpass bikin anak-anak gembira. Bisa jadi pupuk kebanggaan mereka pada kotanya nanti. Jadi pengen ke Aceh lagi... Naik Garuda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuks bang ke sini lagi.. aceh yang dulu udah beda banget sama yang sekarang..

      Delete
  6. Waaa aku suka banget Taman Krueng Daroy! Ada tamannya, ada jalur pedestriannya, ada sungai yang bersih. Selalu suka kawasan seperti ini.

    Aku baru tau dulu Masjid Baiturrahman ternyata didesain dengan atap berundak. Ada alun-alun yang rapi dan bersih ya, jadi semakin tertarik ke sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sore sore kamu bisa duduk santai sambil nganu bro.. ah pokoknya dijadikan ajang tempat ngumpul asyik bro

      Delete
  7. So sweet banget kisah Krueng Daroy, jadi penasaran hehe

    Semoga nanti bs jalan2 ksana

    ReplyDelete
  8. Woow, kapan ya aku bisa ke Aceh. Masih menjadi salah satu destinai yg harus dikunjungi nih Aceh. Takjub dengan keindahan dan kegagahan Masjidnya. Apalagi sejak kejadian tsunami 2004 ya.

    Kuasa Allah masjidnya masih berdiri megah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amien.. iya, masjid ini hanya tersisa satu tangga lagi.. untungnya air berhenti sampai di situ

      Delete
  9. Saya malahan jadi penasaran, bangunan museum digitalnya seperti apa sih, sampai jadi tempat selfie anak muda? Padahal kalau dilanjutkan, bisa jadi kebanggaan warga juga, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu aku sendiri nggak tega pamerin foto bangunannya.. padahal bagus sih, tapi yaaa

      Delete
  10. Ih, seneng banget lihat perubahan positif yang terjadi di Banda Aceh ini, terutama Sungai Daroy, tempat Bang Yudi dulu sering pamer sempak. Jadi cantik banget sungainya.

    Trus yang bikin bibir ku agak melilit adalah saat mencoba mengucapkan nama Masjid Keuchiek Leumiek, susah banget. ahahaha

    ReplyDelete
  11. Aku gk menyangka secepat ini Aceh berbenah setelah tsunami. Pengen benget keliling Sumatera. Kaya belum banyak terekspos gitu ini pulau. Seneng bisa baca tulisan kam bang. Terlebih tentang Masjid Baiturrahman yang begitu cantik.

    ReplyDelete
  12. Masjid Baiturrahman Aceh memang menjadi simbolpenting dan utama di sana ya. Setelah direnovasi kini penampilannya makin cantik dan memesona. Oooh iya sih ini Taj Mahal ala Indonesia adanya ya cuma di Aceh..

    ReplyDelete
  13. Aceh...salah satu destinasi impian di Sumatra selain Kota Padang. Sejak dulu penasaran dengan Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi icon Aceh dan kenal sejak aku SD di pelajaran sejarah. Semoga suatu saat nanti tercapai ya bisa menginjakkan kaki di serambi Mekah ini.

    ReplyDelete
  14. Masjid Raya Baiturrahman emang iconic banget ya. Subhannallah bagusnya... Sebenarnya pengen banget jalan-jalan ke Aceh, mudah2an kalau pulang kampung ke Medan bisa nerus jalan sampai ke Aceh. Btw, makasih mas infonya. Jadi banyak tahu serba serbi tentang Aceh nih.

    ReplyDelete
  15. Sayang banget itu museum digitalnya tidak dilanjutkan padahal sudah jadi bangunan.

    Masjid Baiturrahman ikonik banget, ya. Tetapi, saya kirain sejak dulu bangunannya seperti itu. Hanya renovasi sedikit saja. Ternyata bentuknya pun pernah berubah

    ReplyDelete
  16. Wah Aceh cantik sekali ya
    Selain pantai-pantai dan alamnya yang indah
    Ternyata sejarah panjang menyertai setiap bangunan dan keindahan kotanya
    Salut sama Aceh yang sukses bangkit lagi setelah bencana Tsunami

    ReplyDelete
  17. Aceh indaaahh banget yak
    Banyak destinasi wisata yg sangat menarik buat didatangi
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  18. Iya ya buat anak-anak lewat fly over itu sangat menyenangkan, bisa jadi wisata juga.. :D Ternyata perjalanan Masjid Baiturrahman panjang banget ya. Sempat pula dibakar Belanda trus dibangun lagi.. Seneng liat pembangunan di Aceh sekarang..

    ReplyDelete
  19. Cantik sekali Aceh ya Yudi, jadi terngiang soundtrack-nya Aladdin deh gara-gara sebut Agra hehe..ngakak pas bagian belajar berenang Paksi sempak hings warna merah..

    ReplyDelete
  20. Ah aku baru tahu kalau Banda Aceh punya banyak landmark menarik dengan cerita seru.
    Sayang sekali, Museum Digital terbengkalai pembangubannya.

    ReplyDelete
  21. Bagaimanapun bentuk bangunannya, tetap saja masjid ini mempunyai milai historis yang tinggi bagi rakyat Aceh. Menjadi lambang Aceh yang kerap tersuguh di berbagai laman media. Tunggu saya main ke sana ya hehe.

    ReplyDelete
  22. MayaAllah masjidnya cantik-cantik banget yaa bang. semoga kelak saya bisa berkunjung ke rumah Allah yang ada di Aceh. aamiin

    ReplyDelete

Hai... Terima Kasih sudah membaca blog ini. Yuks ikut berkontribusi dengan meninggalkan komentar di sini 😉

082160247799

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search