Nostalgia World War II Di Lorong Jepang #TFP Ronde 61


Desingan peluru dan ledakan dari bom menggema sepanjang lorong. Para tentara Nippon sibuk berlalu lalang. Mengangkat magazin, bom, granat, atau apapun yang bisa mengusir tentara sekutu dari perairan Sabang, Aceh.

Di sebuah lorong yang rimbun dengan remah daun-daun perdu, di sebuah bukit karang, sebuah benteng kokoh di bangun dalam hitungan bulan. Di sini, entah berapa nyawa telah merengang. Dari sini, entah berapa banyak kapal perang dan para prajurit laut yang berhasil mereka hanyutkan dalam kebiruan laut Anoi Itam sabang.

Sebuah lorong, seolah menjadi lorong waktu. tercium bau amis, terdengar dentuman meriam, terlihat sekilas kengerian dari darah yang terberai berai.


=================

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan ke-61 yang diselenggarakan oleh Agung Gidion di sini

Yudi Randa

Saya, menyukai dunia travelling, Mencintai membaca, Mencintai duduk bersama keluarga sembari menikmati secangkir kopi, menyenangi berbagi bersama. Bisa di Hubungi di yudi.randa@gmail.com

10 komentar:

  1. Kamu yakin teentara nippon lalu lalang angkat bom dll ?? Mmg kamu dah lahir waktu itu ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh yakin dong Om.. kan aku ini salah satu titisan tentara nippon yang mati waktu itu..

      #edisijumatkliwon @@

      Hapus
  2. Hati-hati Yud, jangan manggil Om sama Kak Cumi. Bisa-bisa ngamuk dia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduuuh.. pantesan Om cumi rada2 gimana klo di panggil Om.. tapi, ini bukan om -om kan??

      #ommaafyaom.. :D

      Hapus
  3. penuh dengan rekam jejak sejarah yaa ternyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. di ujung lorong itu ada beberapa bunker pertahanan jepang, dan pulau sabang, di juluki juga dengan pulau seribu benteng. saking banyaknya bunker mbak

      Hapus
  4. Artikel ini memberikan wawasan terbaru buat saya, wacana pembahasan ini sangat bermanfaat. terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali kasih.. semoga bermanfaat

      Hapus
  5. nambah nih pengetahuan saya, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. senang rasanya tulisan pendek saya ini bisa bermanfaat :)

      Hapus