5 Waktu Yang Tepat Berkunjung Ke Aceh

Sunset pantai Lampuuk aceh besar
Aceh, adalah salah satu provinsi “tua” di Negara Indonesia ini. Letaknya yang berada di ujung utara pulau Sumatra, membuatnya menjadi semakin special.  Banyak orang yang merasa begitu kenal dengan daerah yang berjuluk sebagai  Serambi Mekkah ini. Akan tetapi, tahukah kalian, kalau untuk berkunjung ke Aceh dibutuhkan waktu-waktu khusus? Salah pilih waktu, maka bisa dipastikan apa yang anda harapkan dari keindahan alam, kota, dan suasana Aceh, semuanya akan membawa kekecewaan.

Percaya tidak percaya, selepas tsunami 2004 lalu, keadaan topoghrafi Aceh berubah pesat. Hal ini sedikit tidak juga telah mempengaruhi siklus cuaca atau musim di Aceh. Saya sendiri, beberapa waktu yang lalu, ketika hendak membawa keluarga menjelajah Pulau Nasi harus menelan kecewa. Pasalnya, sedari pergi, angin musim timur bertiup kencang. Jadilah saya dan keluarga terguncang-guncang hebat di tengah lautan dengan kapal boat kayu nelayan. Belum berhenti sampai di situ, sesampai saya di pulau Nasi, keadaan selalu gerimis dan mendung. Alih-alih ingin menikmati alam, kami hanya bisa menghabiskan waktu di rumah sewa saja.

Jadi, kapan sih waktu yang tepat untuk mengunjungi Aceh?

1.    Ikuti bulan Arab

Dalam budaya Aceh, ada sebuah perhitungan tradisional yang mendasarkan pada bulan-bulan Arab. Sebagian masyarakat Aceh menyebutnya, Keunenong (peng-kenaan/penambalan). Penanggalan ini dibagi tetap dua belas bulan. Hanya saja semuanya ganjil.

Beginilah bila musim tanam padi tiba di aceh
Misalnya, anda ingin menyaksikan tradisi panen padi di Aceh, atau tradisi Permainan Layang tradisional Aceh, maka anda harus menunggu keunong dua ploh sa-kena dua puluh satu- (21 Ra’jab). Ada juga Keunong Tujoh  yang jatuh pada tanggal 7 bulan Safar. Nah, di bulan ini, jangan berharap akan pesta ataupun khanduri di Aceh. karena, masyarakat Aceh menganggap ini adalah bulan naas.


Bila anda non muslim, ada baiknya anda menghindari bulan ramadhan bila ingin travellilng ke Aceh. Karena di bulan ini, semua warung makan akan tutup total. Buka sesaat menjelang buka puasa, lalu tutup lagi, dan baru buka selepas shalat tarawih.

Begitulah, beberapa bulan arab dari kalender hijriah bisa menjadi patokan anda untuk berkunjung ke Aceh.

2.    Musim Timur Dan Musim Barat

Ada sebuah idiom Aceh yang menjelaskan kedua musim tersebut; Musém timu jak tarék pukat, musém barat jak meuniaga.Yang artinya musim timur (angin timur) lebih baik pergi melaut, musim barat (angin barat) lebih baik untuk berdagang.

Langitnya sedang sendu kalau musim barat di aceh
Lalu, apa sih, artinya musem timur dan musem barat tersebut? Musim Timur adalah musim di mana angin bertiup dari arah Timur (darat) ke arah laut. Di musim ini, angin bertiup tidak terlalu kencang. Dan sedikit aman bagi anda yang mencintai island hoping, diving dan snorkeling. Tempat yang paling menarik dikunjungi bila musim angin timur ini adalah Aceh bagian barat. Yaitu mulai dari Banda Aceh sampai Aceh singkil.

Musim barat adalah kebalikan dari musim timur sendiri. Angin yang bertiup dari arah barat (laut) ke arah daratan. Bisa dipastikan angin ini tidak akan bersahabat bagi anda yang mencintai pemandangan laut yang identik dengan hijau toska dan berair tenang. Tapi tunggu dulu, di musim ini, akan menjadi musim yang cocok bagi anda pencinta olahraga surfing. Di musim ini, ombak laut di pesisir barat Aceh akan menunjukkan kekuatannya.

Bahkan di musim angin barat, beberapa pantai yang terletak di sebelah timur akan menjadi andalan para wisatawan. Di musim ini juga, akan sedikit sulit ditemukan ikan segar. Sebagai gantinya, kenapa tidak mencicipi gulai kambing khas ala Aceh?

Musim Timur biasanya berhembus pada bulan April  sampai Juli. Sedangkan Musim Barat biasanya berhembus dari  oktober sampai Januari. Masing-masing per-empat bulan. Jadwal ini memang bisa berubah kapan saja. Terlebih lagi, efek terjangan tsunami begitu mempengaruhi transisi musim angin di Aceh.

3.  Musim Puncak Kemenangan

Musim Puncak kemenangan atau lebih dikenal sebagai “ulee meunang” adalah musim peralihan dari dua musim angin yang sudah disebutkan sebelumnya. Dua bulan peralihan dari musim barat ke musim timur dan dua bulan peralihan dari musim timur ke musim barat. “Ulee meunang Timue dan ulee meunang barat”.

ini senja yang bisa anda dapatkan kala musim Puncak Kemenangan. Senja di Pulau Nasi
Lantas mengapa disebutkan sebagai ulee meunang atau puncak kemenangan? Karena Pada periode ini, laut teduh tidak bergelombang, angin bertiup dengan tidak kencang dan arah bertiupnya bergantian dari darat ke laut atau sebaliknya dalam satu hari.

Jadi, ini adalah waktu terbaik untuk anda menikmati lau dan ber-island hoping serta melakukan semua aktifitas travelling anda. Bahkan biasanya, pada bulan-bulan peralihan ini hasil tangkapan nelayan akan melimpah. Dan, andapun akan bisa dengan sesuka hati menikmati ikan bakar yang fresh dari laut Aceh.

4.  Bulan  Molod

Bulan Molod adalah sebutan masyarakat Aceh untuk bulan maulid Nabi. Atau lebih dikenal sebagai bulan Rabiul Awal (bulan kelahiran Nabi Muhammda SAW).

Sate Matang khas dari daerah Matang Aceh Utara
Di bulan ini, cocok bagi anda yang suka mencicipi kuliner asli Aceh baik yang sudah mainstream ataupun yang mulai langka. Dan, anda tidak perlu khawatir, karena semuanya bisa anda nikmati gratis. Momentum bulan Molod ini sendiri berlangsung selama 3 bulan berturut-turut. Di mulai dari 12 Rabiul Awal sampai selesai.

Lantas makan gratisnya di mana? Di masjid atau di mushalla desa bagi para pria. Dan bagi tamu wanita biasanya akan ada undangan makan siang di rumah masyarakat Aceh (bila ada kenalan).

5.    Akhir Tahun

Terakhir, bagi anda yang “gila” event yang bersifat ke-khas-an daerah. Akhir tahun adalah yang tepat untuk anda mengunjungi Aceh. karena, pada akhir tahun, akan ada banyak sekali event yang digelar oleh pemerintah kota, ataupun pemerintah provinsi Aceh.

salah satu contoh event yang saya ikuti kala akhir tahun lalu
Tapi, disarankan bahkan sangat disarankan, anda harus memesan hotel dan transportasi jauh-jauh hari. Kenapa? Karena biasanya, dari bulan November sampai bulan Desember, hotel di Aceh fullbooking! Dari pada anda tidak kebagian tempat tidur? bukankan lebih baik mempersiapkannya jauh-jauh hari?


Inilah 5 waktu yang tepat untuk berkunjung ke Aceh menurut apa yang saya ketahui. Dengan demikian, anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Aceh. kapan dan ingin mendapatkan apa dari Aceh. jadi, sudahkah anda merencanakan liburan tahun ini ke Aceh?

Yudi Randa

Saya, menyukai dunia travelling, Mencintai membaca, Mencintai duduk bersama keluarga sembari menikmati secangkir kopi, menyenangi berbagi bersama. Bisa di Hubungi di yudi.randa@gmail.com

24 komentar:

  1. Pasti bakalan berkesan kalau berkunjung ke aceh dan mengikuti waktu yang terlah disebutkan diatas ya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups bener banget Wid.. jadi kapan kamu ke sini wid? hehe

      Hapus
  2. Waktu yg tepat buatku cuma satu bang..saat tabungan sudah.cukup hehhehe... kapanpun menxukupi lga cuuzzz pulang ^-^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha klo angkut sekeluarga lumayan tuh kak.. tapi kan sekarang ada fee dari buku hihihi

      Hapus
  3. Mantap, bermanfaat sekali, daripada wrong time wrong place hehehe. Top mas tipsnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups bener banget Bang..
      karena rame banget orang yang ke aceh tapi salah timing

      Hapus
  4. jadi iri, gak bisa ikut event yang no 5 diatas. kalau ada lagi share dong suhu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...
      iya iya insya Allah ntar klo ada info lagi dari makmur

      Hapus
  5. tambahan, musim angin timur juga cocok buat yang mau kitesurfing diwilayah ujong pancung

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. betul sekali tu! makasih utk informasinya ya

      Hapus
  6. Jadi kapan donk waktu yang tepat buatku berkunjung ke Aceh? *ngomong sama celengan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw sekalian bikin proposal ya kak.. biar ada sponsor :D

      Hapus
  7. Lagi fokus baca ehhh muncul Sate Matang!! Rindu ini menggila..

    BalasHapus
    Balasan
    1. intinya klo kakak pulang, yudi mau minta tanda tangannya :D

      Hapus
  8. Kalo gw kayak nya waktu yg passss itu kalo ada yg ngajakin gratisan hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,, kayak ama "tukang jalan" kemarin itu kan? mau musim apapun, asal gratisan lanjut aja kan kan kan? hahaha

      Hapus
    2. Waksssss hush ngak usah kenceng2 ngomong nya hahaha

      Hapus
    3. nggak kencang kok bang.. cuma nulis doang.. sambil berharap gw juga diajak jalan hahaha

      Hapus
  9. Kalo aku sih, waktu terbaik mengunjungi Aceh itu sepanjang tahun, selagi ada yang mau nampung dan kasih makan 3 kali sehari sudah alhamdulillah banget. Uhuk *batuk* *lalu disodori rincian biaya hahaha*

    BalasHapus
    Balasan
    1. (dikasih??)

      intinya nyari gratisan kan?? ok baiklah. syaratnya cuma satu. nikahin gadis di aceh ya? satu aja nggak usah banyak2 bang :D

      Hapus
  10. membayangkan aceh yang sekarang dengan aceh yang tsunami dulu pasti sudah banyak yang berbeda ya mas Yudi..jadi penasaran, kadang saya cuma jadi silent rider baca sejarah aceh disini haha...karena pake HP kadang ribet klo mau komen di sela sela waktu kerja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang Dhanang.. sudah jauuuh banget berbeda. terkadang, ada sisi positifnya, ada juga sisi negatifnya. tapi saya pikir itu adalah hal yang wajar.

      oh ya Bang, bila ada kekurangan dalam tampilan mobile mohon dikabari saya segera ya Bang. soalnya ini masih dalam tahap perbaikan.

      Terima kasih yang sebesar2nya dari saya atas semua apresiasi bang Dhanang :)

      Hapus
  11. Musim kawin juga cocok ke Aceh, biasanya habis bulan puasa atau habis uroe raya haji banyak yg hajatan... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahaha.. pokoknya bulan syawal, molod, dan sebelum puasa kan bang?? :))
      100 juta bang haha

      Hapus