Jumat, 24 Februari 2017

Q & A, About Aceh!

Hai Guys...
Saya paham, kalau nantinya postingan ini, tidak akan mampu memenuhi rasa penasaran kamu tentang Aceh. Baik itu kulinernya, wisata, budaya serta yang lainnya. Anggap saja karena keterbatasan tempat dan waktu. Walaupun alasan yang sebenarnya adalah saya sendiri bingung mau menulis apa di postingan kali ini.

Tapi, saya akan mencoba merangkum beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya mengenai kampung halaman saya, Aceh. Baik yang bertanya via email, facebook, dan di beberapa aplikasi chatting. Terutama perihal bagaimana keadaan Aceh. Apakah Aceh aman? Apakah ke Aceh harus berjilbab? Apakah ada gereja di Aceh dan banyak hal lainnya yang sebenarnya, saya sudah pernah menulisnya di postingan-postingan sebelumnya hehe

Here We Go! 

pulau raya ( arieyamani.blogspot.com)


Wisata Aceh

  • Q : Kapan waktu yang tepat ke Aceh?

A : Semenjak habis tsunami keadaan cuaca di Aceh agak sedikit sulit ditebak. Terlebih lagi ketika memasuki musim pancaroba. Akan tetapi, bila kamu ingin ke Aceh, biasanya di bulan maret, april, mei, juni dan juli cukup tepat.

  • Q : kalau jalan-jalan ke Aceh aman tidak untuk non muslim?

A :  Aman! Sebenarnya tak kenal maka tak sayang begitu berlaku bagi kamu yang belum pernah sama sekali ke Aceh. Mungkin, saya tak bisa pungkiri perihal ada oknum yang membuat beberapa hal menjadi tak begitu nyaman. Tapi, so far, Aceh sangat welcome bagi kamu yang non muslim.
  • Q : Soal pakaian kalau ke Aceh bagaimana?

A : ini adalah pertanyaan paling lazim dan paling sering ditanyain. Sebenarnya kamu bisa baca di postingan saya ( Kalau ke Aceh itu nggak perlu pake jilbab). Intinya, di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung kan? Hargailah budaya masyarakat Aceh yang masih cukup kental dengan budaya ketimurannya. Jadi, walaupun di Aceh bagi yang non muslim boleh tidak berjilbab, ada baiknya kamu juga sebaiknya berpakaian sopan.
  • Q : Apa benar kalau di hotel Aceh, dilarang menerima tamu yang bukan pasangan sah tidur sekamar?

A : So far? Yes! Terutama untuk kamu yang beragama Islam. Yang non Islam bagaimana? Saya masih ragu perihal tersebut. Tapi berdasarkan pengamatan singkat, beberapa warga asing yang ke Aceh, mereka bisa tidur sekamar berdua walaupun belum nikah. Dan mereka adalah non Muslim. Untuk yang Islam? Sorry bro.. nggak bisa!
  • Q : Apa ada penginapan murah di Aceh?

A : Abang-abang, kakak-kakak, Aceh sekarang sudah ramai sekali pengunjungnya. Jadi jangan heran diwaktu-waktu tertentu hotel akan penuh. Jadi, penginapan murah dan nyaman sekarang udah buanyak banget! ( cek listnya di sini )
  • Q : Kalau malam-malam di Aceh, apa benar tidak boleh keluar dan tidak ada tempat hiburan?

A : kalau kamu menanyakan hal ini 13 tahun yang lalu, saya akan jawab iya! Kamu tidak boleh keluar malam. Akan tetapi, sekarang Aceh sudah aman. Benar-benar aman! Bahkan sudah ada warung kopi yang buka 24 jam. Indomar#t juga ada yang buka 24 jam. Lantas kenapa kamu tidak boleh keluar malam?

Kalau perihal tempat hiburan, Aceh memang tidak ada bioskop. Mall pun hanya ada beberapa dan kecil. Jadi, kami orang Aceh hiburan malamnya adalah nongkrong di warkop. Sesekali juga ada konser musik, stand up comedy, dll.
  • Q : kalau punya waktu hanya 3 hari 2 malam, kemana yang cocok di Aceh?

A : ini pertanyaan yang cukup sulit. Karena luas Aceh itu itu hampir dua kali provinsi Jawa Barat. Jadi dengan waktu segitu sempit, ada baiknya kamu menikmati kawasan Aceh yang benar-benar sudah menjadi tujuan destinasi wisata mainstream seperti Pulau Weh ( Sabang), Kota Banda Aceh, ataupun Pulau Banyak.
  • Q : di Aceh ada angkot atau tranportasi umum nggak sih?

A : hmm.. ada, tapi tiada.. tiada tapi ada.. bingung ya? Jadi begini, untuk kawasan kabupaten/kota di Aceh yang sudah siap dengan wisata, transportasi sudah ada. Semisal di Banda Aceh, kini malah sudah hadir Ojek Online yang seperti di Jakarta. Namanya HO JAK ( kamu bisa download di sini). 

Di kota Banda Aceh juga sampai jam 18.30 sore masih ada angkutan umum dan bus transkutaraja seperti transjakarta. Untuk kota lainnya bagaimana? Tenang, ada becak motor yang bisa kamu sewa jasanya kapanpun kamu mau.
  • Q : di Banda Aceh, emangnya apa saja yang bisa dinikmati?

A : kamu bisa menikmati kegantengan sayah! #bangke...maaf. di Banda Aceh, sekarang kami bisa menikmati berbagai macam kuliner khas Aceh. Kebetulan kota ini tempat berkumpulnya hampir seluruh etnis di Aceh. Jadi bisa dipastikan makanannya pun beragam. Dan, di kota ini juga kamu bisa jalan-jalan ke tempat memorial tsunami. Mulai dari Museum tsunami sampai pemakaman massal. Wisata sejarah juga nggak kalah menarik. Terutama bagi kamu pecinta makam tua.


Kuliner Aceh :
gulai pliek U (www.jalan2men.com)

  • Q : Apakah ada makanan tidak halal di Aceh?

A : Ada! Bro, Aceh bukan daerah yang begitu saklek sehingga apa-apa dilarang. Orang Aceh walaupun sebagian besar adalah muslim, tapi sebagian lainnya adalah orang Aceh yang non muslim. Semisal di kawasan Pecinan Peunayong kota Banda Aceh, di sana ada restoran khusus untuk kamu yang non muslim. Bukan hanya di Banda Aceh, di Aceh Tenggara juga ada.
  • Q : Benarkah masakan Aceh itu sedap karena pakai ganja?

A : Sekarang ganja udah sulit nyarinya kawan. Jadi bisa dipastikan kalau masakan Aceh tidak lagi pakai ganja. Jadi bener dong kalau ada masakan Aceh yang pakai ganja? Iya. Benar. Dahulu ada. Tapi bukan daunnya. Bukan pula untuk mabuk. Yang dipakai itu adalah bijinya yang giling halus dan menjadi bagian dari bumbu masak. Tujuannya untuk melumpukkan daging. Sekarang? Ini sudah bagaikan mimpi. Karena kepemilikan akan ganja sama seperti kamu bawa Sabu-sabu. Ngeri bro..
  • Q : Pliek U itu apa?

A : Pliek u itu salah satu bahan bumbu dasar untuk membuat masakan tradisional Aceh gulai Pliek U. Jadi, Pliek u sebenarnya adalah kelapa yang sudah keringkan dan dipermentasi. Lalu diolah sedemikian rupa menjadi begitu nikmat. Yummy..
  • Q : Kuliner Aceh yang enak itu apa saja?

A : ada buanyaaak.. mulai dari kudapan sampai makanan berat. Kamu bisa mencoba gulai bebek khas Bireuen. Ayam Gulai khas Aceh besar. Kue pulot, kue timphan, Daging rebus, sampai Gulai pliek U. Jadi, kalau saya teruskan di sini, ini postingan bisa-bisa isinya makanan semua.
  • Q : Kopi Aceh yang enak, apa?

A : Aceh, memang negeri yang penuh warung kopi. Jangankan kamu orang non Aceh bingung, saya saja bingung akan kampung saya. Lebih bingung lagi, kenapa saya begitu menyukai duduk di warung kopi. #ngawur. Jadi begini, ada dua jenis kopi di Aceh. Pertama jenis robusta. Kopi ini cukup banyak kamu temukan dibagian Aceh pesisir. Terutama Banda  Aceh. Sajian terbaiknya? Sanger! Kopi jenis kedua adalah arabika Gayo. Ini kopi udah melanglang buana sampai ke Eropa. Dan starbuck juga pakai kopi arabika Gayo. Jadi, silahkan pilih mana kopi kesukaanmu. Asam lambung? Bertemanlah dengan arabika.
  • Q : Harga Makanan di Aceh berapaan sih?

A : beuuh.. Aceh masih indonesia kok kawan. Jadi harganya masih pakai hitungan rupiah kok. Alias masih standar-standar aja kok. Mulai dari yang seporsi 5000 rupiah ada. Sampai yang seporsi 45 ribu juga ada. Silahkan pilih. 


Serba Serbi Aceh :

foto bang Barry Kusuma, www.alambudaya.com

  • Q : kenapa Aceh ada hukuman cambuk?
A :  Provinsi Aceh, walaupun sedari dulu sudah menjadi daerah yang mayoritas penduduknya Islam, baru tahun 2000 diberikan peraturan khusus mengenai Hukum Islam boleh dilaksanakan di Aceh. Sebenarnya bukan cambuk, tapi hukuman Rajam. Dalam Islam, rajam itu ada beberapa “media” salah satunya adalah cambuk. Nah, di Aceh, bukan cambuk seperti yang kamu lihat di film-film koboi ataupun spartan. Akan tetapi hanya rotan. Mirip-mirip hukuman kena pukul sama rotan ketika kamu Sekolah dasar ataupun belajar di kampung dahulu.
Jadi jangan salah artikan dahulu. Pun, sebelum mereka dipukul sama rotan, mereka sudah melalui proses peradilan yang cukup adil dan terbuka. Biasanya untuk khalwat ( berduaan dengan non pasangan sah ditempat sepi dan remang-remang), Judi, Mabuk, dan Zina.
  • Q : Apakah Aceh masih ada GAM ( Gerakan Aceh Merdeka) ?

A : tidak ada lagi. Kalau eks kombatan? Ramai. Orang GAM kini di Aceh tidak lagi mengangkat senjata. Semenjak deklarasi damai antara GAM dengan Pemerintah indonesia, organisasi ini akhirnya membubarkan diri. Merubah haluan perjuangan mereka, dari konflik bersenjata menjadi jalur politik. Jadi, di Aceh ada partai Lokal. Cmiw...
  • Q : Benarkah cut nyak dhien ataupun para pahlawan wanita Aceh lainnya berjilbab?

A : secara bukti otentik semisal berupa foto asli atau lukisan yang benar-benar dari orang Aceh, SETAU saya, tidak ada satupun foto yang menunjukkan kalau mereka berjilbab. Mengapa begitu? Besar kemungkinan karena penjajah VOC Belanda masa lalu, sangat membenci Aceh. Jadi mereka berusaha sekuat mungkin menelanjangi keacehan dari orang Aceh itu sendiri.

Bayangkan, masjid saja yang seyogya tempat beribadah umat Islam saja mereka bakar, apalagi hanya sehelai jilbab? (kamu bisa membaca perihal tersebut di cerita Cut Nyak Dhien)
  • Q : Saya kristiani, adakah gereja di Aceh untuk saya ikut kebaktian?

A : jangankan gereja, vihara, klenteng, dan kuil juga ada di Aceh. Dan kamu, bebas melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan dan agamamu masing-masing. FYI di Aceh, sampai saat ini tercatat ada 123 Gereja yang tersebar di seluruh Aceh. Pemakaman non muslim juga banyak. Dan kristen, adalah agama kedua terbanyak di Aceh setelah Islam.

  • Q : Aceh sering Gempa ya Gan?

A : Iya! Aceh adalah salah satu daerah yang termasuk kawasan rawan gempa bumi. Jadi, yang harus kamu ketahui pertama kali adalah bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa. Dan bila terjadi tsunami, segeralah mencari tempat yang cukup tinggi. minimal bangunan setara lantai 3. Ketika Gempa, dan kalau dirasa cukup kuat, segeralah mencari tempat yang terbuka dan bebas dari bangunan tinggi. Bila di hotel, carilah meeting Pointnya. 

Nah, segini dulu edisi Question and Answer About Acehnya ya? Insya Allah akan disambung lagi di lain kesempatan. Pun, bila ada beberapa pertanyaan kamu bisa menanyakannya dibagian kolom komentar di bawah ini.

Jadi, masih takut dan ragu ke Aceh? 


  1. komplit bener mas bro :)
    saya penasaran sama museum tsunaminya pak ridwan kamil itu. keren banget kayaknya pas liat di acara jalan-jalan men beberapa tahhun lalu.

    Alhamdulillah kalau GAM udah bener-bener bubar, Aceh bakal jadi tempat yg semakin friendly utk dikunjungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah klo ke aceh wajib ke museum itu deh..

      Hapus
  2. yeees intinya aceh sudah aman dan siap menyambut wisatawan ya bang yud.

    BalasHapus
  3. Aceh itu ngangenin banget... ingin mengeksplor Banda Aceh lagi. Jalan ke Museum Tsunami, nyasar ke Kerkhof, terus belum juga bertandang ke permandian puteri raja di pusat kota itu. Menurut saya selama kita menghormati budaya lokal, tak egois sebagai wisatawan, ke mana pun kita menjelajah kita pasti bisa diterima dengan baik, kang. Menurut saya, sesungguhnya nggak adalah orang Indonesia yang bersifat anarkis terhadap orang lain hanya karena perbedaan agama. Itu cuma ulah segelintir pembesar yang membenturkan politik kekuasaan dengan identitas agama, terus mengadu domba masyarakat. Balik lagi ke politik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali bang Gara.. kemanapun.. dimanapun.. asalkan kita sopan, insya Allah aman2 aja :)

      Hapus
  4. Mantap hu artikel Q & A, About Aceh nya. Coba bukin video juga kayak para youtuber, pasti komplit dah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoooklaaah kita bikin video bareng :d

      Hapus
  5. Aceh tetap idaman para wisawatan asing. Tiap kali ke luar Aceh, orang mudah sekali bertanya, "Bagaimana di Aceh aman?" Sebuah keinginan untuk datang ke Aceh. Semoga saja dengan tulisan ini banyak orang yang berlomba-lomba ke Aceh ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan berlomba2 lah bai.. kasian yang kalah hehehe

      setuju bai!

      Hapus
  6. Komplit bingits bang. Mantaaaapppp

    BalasHapus
  7. Aceh memiliki banyak Makna bagi Bangsa Indonesia dan Saya ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah senang rasanya mendengar ungkapan tersebut. terima kasih mas

      Hapus
  8. udah pernah ke Aceh bang,, tapi belum ke museum Tsunami.. Hikssss
    Kemarin masih renovasi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh serius???? nggak sempat masuk?? kasian kali kok?? hahaha itu artinya harus ke aceh lagi :)

      Hapus
  9. Pengen ke aceh lagiiii, kangen sama kulinernya, sama kopinya, terus sama alamnya juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kayaknya beneran ini bang fahmi bakalan ke aceh lagi :D

      Hapus
  10. Mau lah Keliling Aceh sama bang Yudi. Nanti gantian Keliling Lampung :D
    btw, Aceh itu ajib banget..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beuuuuh... nggak kebalik Bang? abang kan udah keliling aceh, saya mah belum hehehe

      Hapus

Start typing and press Enter to search