Giveaway Blogversary 4 Tahun Hikayatbanda
Diorama 4 Tahun bermain Blog, Awalnya ingin bikin kaleidoskop akhir tahun seperti teman-teman blogger lai…
Tsunami Aceh Tak Membuatnya Berhenti Menunggangi Ombak
“Yak..kamera...rolling..action!” Teriak seorang wanita berambut panjang dengan kulit yang mulai terbakar m…
Alron Hotel Kuta Bali, Hadiah Terakhir Dari Sahabat Di Dunia Maya
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama Benarla…
Mengejar Sunset Di Pantai Baloho, Nias Selatan
Lelah bergunung, peluh kering sudah. Namun, perjalanan belum berakhir. Laju kenderaan dari desa Bawomataluo…
Sehari di Desa Bukit Matahari, Nias Selatan
“Pinggir! Pinggir! Pinggir semua!” Teriakan pria-pria berbaju Baru Oholu semakin menjadi-jadi. Puluhan pria …
Menjajal Ombak di Pantai Sorake, Nias Selatan
Pagi masih, keriuhan terjadi di depan Sosui Resort tempat saya menginap. Sebagian orang berusaha mendirikan t…
Musim Hujan Yang Romantis Di Banda Aceh
November musim penghujan, kawan. Banyak yang mengeluh tiap kali ingin berpergian jika telah masuk musim pengh…
Menjemput Asa, Di Nias dalam Festival Yaahowu 2018
sumber foto : http://niasselatan.travel "Yud, kamu tahu? di Pulau Nias ada suku Aceh. Mereka sudah lam…
Danau Sentarum, Sensasi Berlayar di Lahan Basah Terbesar di Asia Tenggara
Pantat ini, kebas. Tak ada rasa lagi. Mata berkunang-kunang. Jemari ini, mulai lincah meraba koyok di dalam ta…